Persatukan negara ASEAN lewat pariwisata dalam GTCF

Global Tourism Care Forum
Bandung.merdeka.com - Lewat inisiasi yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung di dunia pariwisata. Global Tourism Care Forum (GTCF) hadir sebagai upaya pemersatu negara-negara ASEAN dengan tujuan ASEAN dapat menjadi sebuah destinasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
Ketua STP Bandung, Anang Sutono menjelaskan, GTCF merupakan forum orisinil hasil inisiatif dari STP Bandung melalui Center For Tourism Destination Studies (CTDS) yang akan mengangkat keragaman destinasi diberbagai wilayah negara ASEAN.
"Intinya dengan acaranya GTCF ini bahwa Indonesia harus menjadi play maker dalam mengembangkan destinasi wisata," ujar Anang kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara peresmian GTCF di kampus STP Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (16/11).
GTCF adalah sebuah forum pemangku kepentingan di bidang pariwisata dalam membantu perkembangan pariwisata yang kompetitif dan bertanggung jawab melalui prinsip etika pariwisata.
Forum yang terdiri dari unsur akademisi, bisnis, komunitas masyarakat, pemerintah dan media ini akan urun rembuk dengan membahas isu terkini yang berkaitan dengan penelitian pariwisata terkini, produk kreatif pariwisata, implementasi pariwisata berkelanjutan, promosi program pengembangan pariwisata, dan kolaborasi wirausaha pariwisata.
"Yang hadir dalam peresmian ini memang baru beberapa negara saja yaitu Myanmar, Filipina serta Singapura. Ke depan tentu saja semua negara ASEAN akan mengikuti GTCF untuk mendorong potensi pariwisata baik budaya, alam dan lainnya," kata Anang.
GTCF dilaksanakan secara biennial yakni dua tahun sekali. Rangkaian tersebut diawali dengan kegiatan peluncuran GTCF Workshop Bandung November 2016. Kemudian GTCF yang pertama akan diselenggarakan di Bandung September 2018, diikuti GTCF yang kedua di Bandung September 2020 dan dilanjutkan GTCF Asean Host Tourism Day 2022.
"Kalau potensi pariwisata ini kita majukan bersama-sama pasti akan sangat luar biasa dampak positifnya. GTCF sendiri nantinya akan menghasilkan sebuah formula yang akan kami sampaikan ke Kementerian Luar Negeri untuk dipertimbangkan sebagai pendorong dunia pariwisata khususnya dalam negeri," ujarnya.
Inisiatif pelaksanaan kegiatan ini sendiri muncul untuk menjembatani gap di antara pemangku kepentingan pariwisata ASEAN dalam mengembangkan manajemen destinasi yang kompetitif dan bertanggung jawab.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak