Sumbang pemikiran, Unpad gelar seminar perihal NKRI

Seminar nasional Unpad
Bandung.merdeka.com - Menghadapi permasalahan pelik yang dihadapi oleh Indonesia, Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung tak ingin tinggal diam. Bertempat di Aula Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipatiukur, sebuah acara seminar nasional dengan tema "Peningkatan Ketahanan Bangsa Untuk Menjaga Keutuhan NKRI" akan diselenggarakan.
Seminar nasional yang akan diselenggarakan pada Rabu (23/11) mendatang dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis Fakultas Psikologi Unpad ke 55 (Lustrum XI) ini akan mengangkat kajian mengenai peningkatan ketahanan Bangsa Indonesia yang merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap perkembangan bangsa Indonesia saat ini.
"Kami terdorong untuk memberikan sumbang pemikiran mengenai kondisi Indonesia. Untuk itu seminar dengan topik ini kami angkat. Harapannya yang sangat besar bahwa Indonesia akan menjadi negara besar dan maju di masa mendatang," ujar Pakar Psikologi Sosial Unpad Bandung, Peof. Dr. Tb Zulrizka Iskandar, M.Sc saat jumpa wartawan di Unpad, Kamis (10/11).
Dalam seminar nasional itu akan hadir beberapa narasumber ternama yakni Letjen TNI Agus Sutomo, Zulrizka Iskandar, Anies Baswedan, Deddy Mulyana, Ida Nurlinda, Juke R. Siregar, Armida S. Alisjahbana, Zainal Abidin dan Mayjen TNI Witjaksono.
Seminar nasional akan diselenggarakan dalam tiga sesi, yakni sesi pertama akan membahas mengenai ketahanan wilayah, kemudian dilanjut dengan sesi kedu, dan sesi ketiga membahas mengenai ketahanan bangsa melalui kajian ekonomi, psikologi dan upaya strategis nasional.
"Indonesia pada saat ini sedang menghadapi berbagai situasi yang cukup pelik. Permasalahan dalam negeri dan luar negeri sangat memerlukan perhatian yang serius. Secara kasat mata pada saat ini dunia memasuki persaingan ketat untuk kemajuan negaranya. Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk terbesar ke empat di dunia ini dijadikan sebagai sasaran," katanya.
"Sasaran atau target yang relatif paling ringan adalah sebagai negara tujuan pemasaran produk negara-negara maju. Target yang paking berat adalah menjadi negara lemah, yang mudah dipengaruhi oleh negara lain. Andaikan kita bisa sebagai suatu bangsa tidak dapat mempertahankan identitas bangsa, maka keberadaan NKRI di masa mendatang belum dapat dipastikan," ujar Zulrizka.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak