Jangan hanya jadi konsumen, wanita Indonesia harus jadi produsen

user
Farah Fuadona 30 Oktober 2016, 08:36 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bandung, Erick M Attauriq menjelaskan, menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berlangsung sejak awal tahun sudah saatnya masyarakat Indonesia khususnya kaum hawa tak hanya sekedar menjadi konsumen, melainkan bisa menjadi produsen.

Upaya untuk menggenjot wanita Indonesia menjadi produsen ini, kata dia, tentu bukan hanya tugas pemerintah. MEA seharusnya menjadi momen bagi para pelaku usaha untuk turut merangkul para wanita khususnya mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah untuk bisa menjadi pelaku usaha yang baik.

Untuk itu, ia mengaku mendukung kegiatan CSR yang dilakukan oleh Blue Bird bertajuk Kartini Blue Bird yang merangkul para istri pengemudi taksi dan masyarakat pada umumnya untuk ikut dalam kegiatan workshop yang diselenggarakan. Kegiatan yang dilangsungkan selama lima hari di Bandung itu mampu memberikan ilmu bermanfaat bagi para wanita.

"Semangat berwirausaha ini harus ditumbuhkan, salah satunya dengan cara memberi pelatihan seperti yang dilakukan program Kartini Blue Bird. Dimana para wanita diberikan bekal ilmu seperti memasak, dan menjahit, lalu kemudian diberikan ilmu dari segi bisnisnya. Hal ini berguna untuk mendukung wanita untuk tidak hanya menjadi konsumen," ujar Erick kepada Merdeka Bandung, Sabtu (29/10).

Dalam progam yang diselenggarakan selama lima hari sejak Jumat (28/10) itu, sebanyak 300 peserta yang terdiri dari istri pengemudi Blue Bird dan masyarakat umum diberikan pelatihan. Seperti yang dilakukan di Blue Bird Pool Bandung di Jalan Terusan Buahbatu. Sebanyak 20 peserta turut hadir untuk mengikuti kegiatan memasak.

Trainer Kartini Blue Bird, Tri Fatma menjabarkan, dalam kegiatan ini para peserta diajak belajar memasak mie pelangi. Di mana dalam kesempatan ini peserta tidak hanya mendapatkan ilmu memasak, namun juga mendapatkan ilmu bagaimana cara mamasarkan masakan yang mereka buat.

"Ke depan diharapkan mereka yang ikut kegiatan ini bisa membuat usaha cathering dirumah. Hanya dari suka dan hobi memasak saja, istri para pengemudi taksi di sini diharapkan bisa membantu perekonomian keluarga sehingga mampu menigkatkan kualitas hidupnya. Jadi istri tidak hanya berdiam diri dirumah, tapi juga menjalankan kegiatan positif," jelas Tri.

Ketua Panitia Kartini Blue Bird, Erdiar menjabarkan, kegiatan ini dipusatkan di dua tempat yakni Blue Bird Pool Bandung dan Co & Co. "Dibagi-bagi kegiatannya biar lebih fokus. Soalnya kalau diselenggarakan secara serentak untuk 300 orang, nantinya enggak fokus dan malah jadi mubazir kegiatannya," kata Erdiar.

Kredit

Bagikan