Yuk nonton Peparnas bulutangkis di Gor Lodaya Bandung

Peparnas bulutangkis di Gor Lodaya Bandung
Bandung.merdeka.com - Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat cabang olahraga (cabor) bulutangkis mulai dipertandingkan. Cabor yang dipertandingkan di GOR Lodaya, Bandung, diikuti atlet difabel tuna daksa dari berbagai provinsi di Indonesia.
Jalannya pertandingan bulutangkis difabel ini tentu berbeda dengan bulutangkis biasa. Meski pertandingan dilakukan di arena bulutangkis, para atlet difabel bermain menggunakan roda khusus untuk atlet.
Kendati demikian, mereka bertanding penuh semangat. Masing-masing nomor pertandingan menyuguhkan permainan yang sportif. Misalnya saat atlet dari Jawa Tengah bertemu dengan atlet dari Riau.
Dengan keterbatasan fisik, mereka sanggup menyuguhkan tontonan bulutangkis yang menarik. Para atlet mempertontonkan smash-smash keras hingga penempatan shuttlecock yang sulit dijangkau.
Para atlet harus terampil mengayunkan raket sekaligus menggerakan roda. Kadang mereka memeragakan skill menjangkau shuttlecock yang tinggi, tubuh para atlet menyandaar ke sandaran roda hingga terlihat seperti hendak jatuh. Tetapi shuttlecock berhasil diraih tanpa terjatuh.
Atlet asal dari Jawa Tengah, Purwadi (36), mengatakan bermain bulutangkis dengan duduk di atas roda tentu memiliki kesulitan tersendiri. Ada skill-skill khusus yang harus dipelajari dan dimatangkan dalam latihan, antara lain bagaimana menjangkau shuttlecock, melakukan smash dan lain-lain yang ditentukan posisi roda.
Untuk mengikuti Peparnas, Purwadi dan atlet-atlet dari Jawa Tengah melakukan persiapan dan latihan selama tiga bulan penuh. “Persiapannya fisik dan mental. Kita belajar beragam teknik bulutangkis di Solo,” kata Purwadi.
Purwadi sendiri baru kali ini mengikuti Peparnas bulutangkis. Sebelumnya di PON Riau ia mengikuti cabor volley duduk. Di PON Riau ia dan timnya berhasil meraih emas. Ia berharap di Peparnas kali ini juga bisa meraih emas. “Ya semoga saja berhasil,” ucap pria yang sehari-hari pegawai swasta ini.
Menurutnya, atlet difabel berprestasi pada Peparnas akan berkesempatan mengikuti ajang turnamen internasional Sea Games. Bulutangkis difabel tersebut baru babak penyisihan. Masih banyak nomor-nomor lain yang bisa ditonton. Jadi datang saja ke GOR Lodaya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak