Peneliti ITB kembangkan bakteri 'pemakan' sampah plastik

Peneliti ITB kembangkan bakteri pemakan sampah plastik
Bandung.merdeka.com - Sampah plastik menjadi masalah utama di era modern ini. Pemerintah pusat hingga daerah kewalahan mengatasi sampah plastik yang sulit didaur ulang atau terdegradasi secara alami.
Dengan latar belakang tersebut, sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan penelitian unik. Mereka merekayasa bakteri Escherichia Coli (E Coli) agar bisa mendegradasi plastik.
Riset ini menjuarai International Genetically Engineered Machine (IGEM) di Boston, Amerika Serikat, 2014. Saat ini penelitian terus dikembangkan agar cara kerja bakteri maksimal dalam mengurai sampah plastik jenis poly ethylene terephtalate (PET) dan poly capro lactone(PCL). Plastik jenis ini banyak dipakai wadah minuman.
“Kami masih harus melakukan optimasi dari sistem yang dibuat. Harapannya sistem ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengelola sampah (plastik) PET dan PCL sehingga jenis sampah tersebut tidak menjadi masalah lagi di kemudian hari,” kata salah seorang peneliti, Joko Pebrianto Trinugroho, kepada Merdeka Bandung.
Pria kelahiran Jakarta 1991 ini menjelaskan, pengembangan dilakukan terutama pada analisa aktivitas enzim LC cutinase agar membuahkan hasil lebih memuaskan.
Peneliti ITB kembangkan bakteri pemakan sampah plastik
© 2016 merdeka.com/dok.istimewa
LC Cutinase adalah enzim yang berfungsi mendegradasi plastik. Enzim tersebut difusikan dengan protein membran E.coli,sehingga E. Coli dapat menghasilkan enzim LC Cutinase yang menempel pada membran sel.
Cara kerja enzim LC Cutinase adalahmemotong ikatan ester pada PET dan PCL. Proses ini akan menghasilkan produk berupa ethylene glycol dan asam tereftalat.
Joko menuturkan, riset tersebut diawali keinginan tim untuk mengikuti kompetisi internasional biologi sintetik IGEM Boston, Amerika Serikat, 2014. Riset dilakukan tim yang terdiri dari Tri Ekawati Heryanto (Magister Bioteknologi 2013), Kenia Permata Sukma (Mikrobiologi 2011), dan Christian Heryakusuma (Kimia 2012).
Saat itu Joko sendiri menjadi ketua tim masalah lingkungan, khususnya plastik, dipilih tim sebagai bahan riset yang menggunakan bakteri E Coli. Bakteri ini diambil karena sudah umum dipakai dalam penelitian rekayasa genetika.
“Bakteri Escherichia Coli merupakan jenis bakteri yang biasa digunakan untuk penelitian rekayasa genetika, karena sudah dikarakterisasi dengan baik,” terang lulusan Magister Bioteknologi ITB 2013.
Tujuan riset untuk merekayasa bakteri E Coli agar dapat menghasilkan protein yang mengurai plastik PET. Bakteri tersebut direkayasa agar dapat menghasilkan enzim LC Cutinase. Hasil degradasi oleh enzim LC Cutinase ethylene glycol dan asam tereftalat. Menurut Joko, ethylene glycol beracun bagi vertebrata termasuk manusia.
“Kami membuat device konversi padasistem kami yang dapat mengubah ethylene glycol menjadi senyawa yang dapat masuk ke dalam siklus metabolisme pada E.coli, sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi,” katanya.
Ia menambahkan, lewat device konversiethylene glycol dapat diubah oleh bakteri sehingga menghasilkan energi berupa kalori. “Energi ini dapat digunakan bakteri itu sendiri untuk tumbuh,” jelasnya.
Saat ini, selain meningkatkan cara kerja LC Cutinase, tim juga masih harus menguji waktu degradasi. Jika selama ini sampah plastik bertahan sampai ratusan tahun, maka dengan riset ini diharapkan waktu degradasi bisa lebih cepat.
“Melalui metode ini diharapkan bisa mempercepat degradasi, tetapi kami sendiri belum bisa memprediksi untuk hitungan waktunya,” kata Joko.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak