Linawati tuangkan kritik sosial dalam selembar kain

Oleh Mohammad Taufik pada 28 Agustus 2017, 10:46 WIB

Bandung.merdeka.com - Lewat selembar kain Linawati Budiarto menuangkan kritis sosialnya. Ada yang mengkritisi soal beberapa laut Indonesia yang sudah tercemar, lalu minimnya lagu anak-anak, hingga daerah pedesaan yang semakin hilang seiring dengan pembangunan gedung-gedung pencakar langit.

Desainer berusia 40 tahun itu mengaku prihatin. Namun, alih-alih mencaci maki sebagian pihak yang menurutnya harus bertanggung jawab akan hal-hal tersebut, ia justru menuangkannya menjadi hal positif. Dimana selembar kain dilukisnya sesuai dengan tema dan kritik sosial yang ingin disampaikan.

"Sebenarnya motif yang saya buat ini lebih ke cerita soal Indonesia. Saya tuangkan kekhawatiran saya lewat kain, seperti soal lagu-lagu buat anak kecil ya sekarang minim sekali, terus desa-desa yang dibuat untuk bangunan properti berharga tinggi," ujar Linawati kepada Merdeka Bandung, Minggu (27/8).

Menggunakan kain katun dengan motif jumputan, wanita cantik berkulit putih ini langsung melukiskan ide nya diselembar kain. Dengan begitu, hasil karyanya ini bisa dibilang limited edition. Soalnya, tak ada jiplakan atas karya yang dibuatnya.

Rencananya, Linawati akan membuat 10 lukisan di atas kain. Namun, baru ada delapan yang bisa dirampungkan. Setelah semua lukisan pada 10 lembar kain itu selesai dilakukan, ia akan mendesainnya menjadi sebuah busana yang nyaman dan eye catching saat dikenakan.

"Untuk busana yang saya buat lebih ke anak muda yang mengarah gaya hidup bebas. Bukan berarti negatif ya tapi justru positif karena artinya anak muda bisa mengekspresikan dirinya lewat busana yang dikenakan yakni busana yang nyaman," katanya.

Tag Terkait