Proklamasi harus menjadi spirit kekinian bagi anak muda

Oleh Farah Fuadona pada 15 Agustus 2016, 11:50 WIB

Bandung.merdeka.com - Proklamasi kemerdekaan RI harus menjadi sumber spirit bagi generasi saat ini untuk mengisi kemerdekaan. Bagaimana cara menggali spirit tersebut? Tidak ada cara lain selain menggali informasi sejarah yang terjadi di seputar Proklamasi 71 tahun yang lalu.

Kolektor buku seputar proklamasi, Denny Rachman mengatakan, dengan mengetahui peristiwa Proklamasi yang digagas tokoh muda dan tokoh pergerakan nasional waktu itu, maka akan menangkap semangat yang hadir masa tersebut.

“Ketertarikan menggebu pada kemerdekaan masa itu luar biasa. Semangat itu masih bisa kita rasakan dapatkan dim asa sekarang, untuk bisa menghargai usaha-usaha mereka. Bagi saya filosofi kemerdekaan adalah apa yang sudah kita perbuat untuk kemerdekaan ini,” ungkap Denny, kepada Merdeka Bandung, baru-baru ini.


Untuk menangkap semangat Proklamasi memang diperlukan pengetahuan sejarah, tahu situasi atau gejolak masa itu, hafal dengan tokoh-tokoh yang terlibat, meski tidak harus detail seperti sejarawan.

Untuk melakukan Proklamasi, para pemuda masa itu sampai harus melakukan penculikan terhadap Bung Karno dan Bung Hatta. “Seharusnya antusiasme anak-anak muda sekarang minimal mirip denganan atusiasme anak muda masa lalu dalam merebut kemerdekaan. Antusiasme ini bisa diketahui dengan menggali referensi sejarah,” katanya.

Dengan menggali referensi sejarah, sambung dia, akan empati terhadap perjuangan. “Jadi untuk bisa empatik, minimal harus tahu detik-detik proklamasi,” katanya.

Rencananya, Denny akan membuat pameran buku proklamasi koleksinya. Dalam pameran itu nantinya pengunjung pameran bisa membaca sumber-sumber primer seputar peristiwa Proklamasi. “Buku ini juga boleh di-copy bagi yang memerlukan referensi,” ujar owner toko buku Lawang Buku di Balubur Town Square (Baltos) Bandung ini.

Ia yakin, banyak pemirikan para tokoh pendiri bangsa yang masih relevan untuk mempraktikkan di masa kini. “Menurut saya, apa yang harus dilakukan di masa kemerdekaan ini adalah mempraktikkan pemikiran-pemikiran tokoh pendiri bangsa. Apa yang mereka cita-citakan dahulu kini sudah terjadi apa belum,” ujarnya.