Reaksi Ridwan Kamil saat ada seorang ibu curhat dipalak preman

Oleh Muhammad Hasits pada 21 Desember 2015, 17:35 WIB

Bandung.merdeka.com - Media Sosial seperti Facebook digunakan oleh Ridwan Kamil untuk menampung keluhan-keluhan warga. Wali Kota Bandung itu tak hanya sekadar menggunakan Facebook untuk update status, jika ada kolom komentar yang sifatnya keluhan dari warga, Kang Emil langsung menanggapi.

Seperti keluhan dari salah satu warga Bandung Rindy Irene. Lewat akun Facebooknya, dia mengeluhkan ada preman di Jalan Otista, Bandung.

"Pa kamil maaf mohon kebijakannya untuk menindaklanjuti preman2 yg sangat meresahkan warga. Yang sistem paksa palak minta duit. Kami jg warga biasa yg cari duit tidak gampang. Khususnya td saya baru saja mau dipalak di daerah jalan otista, sebrang kalipahapo, yg ada jalan simpang. Preman situ berani memalak dan memasang badan. Mohon kebijakan bapak kamil agar pihak yg bertugas bisa menertibkan dan memberi tindakan tegas yang membuat kapok para preman. Agar bandung terbebas dr premanisme. Dan tidak meresahkan warga Bandung. Trimakasih untuk perhatiannya pa Kamil," demikian tulis Rindy, Senin (21/12).

Keluhan Rindy langsung direspons oleh Ridwan Kamil. "Kronologisnya gimana bu, biar sy cb koordinasi," jawab Kang Emil.

"Kronologisnya mirip spt kejadian gojek kmrn lalu pak, yg dipalak lwt parkir. Jd sy parkir spt biasa saat ke optik yg hanya 5menit. Lalu pas mau keluar yg datang bkn tukang parkir tp preman situ yg terlihat spt mabok dibwh pengaruh alkohol krn mata merah dan ngomong bentak2 sambil teriak. Saat diberi parkir 2rb, dia menyetop mobil sambil blg parkir 3rb, lalu sy blg minta tiket parkir. Dia menjawab sambil membentak mau karcis brp biji! Lalu dia memanggil tukang parkir yg terlihat mmg takut ke preman tersebut. Lalu saat dibaca tiket parkir pun mobil benar memang 2rb. Lalu sy bilang ini parkir hanya 2rb. Dan dia tiba2 lgs memasang badan sambil menyolot kepala hampir masuk ke mobil ke suami saya. Untungnya suami sy lgs menutup kaca dan pergi dr situ. Sambil dari belakang entah dia ngmg apa ke tukang parkir tersebut. Saya disini berbicara bukan hanya krn cm soal jumlah uang 1rb saja. Tp kejadian td sangat membuat sy takut khususnya td lg membawa anak kecil. Dan mengingat sudah banyaknya kejadian spt ini terahir kejadian gojek kmrn yg menyisakan duka. Saya tidak tau bagaimana jdnya klo tidak menutup kaca mobil / memakai motor. Kami warga biasa pak, mobil jg mobil kantor. Cari uang jaman skg susah sekali. Tetapi skg preman2 dgn mudahnya memalak dan klo tidak dipenuhi memasang badan. Kejadian ini siang hari td jam 12an. Dan di tmp terbuka. Tp mmg sepertinya preman td ditakuti di daerah itu krn tidak ada yg berani. Dan alangkah baiknya dalam setiap tempat tukang parkir pun tidak diganggu oleh preman2. Krn kasihan mereka bekerja resmi tp dipalak lg sama preman2 mabuk2an. Harapan saya semoga pihak bertugas dapat menindaklanjuti premanisme agar kota Bandung tidak resah. Terima kasih sblmnya untuk perhatiannya. Anda memang walikota terbaik pak. Mau mendengar keluhan warganya," tulis Rindy.

Setelah dijelaskan, Kang Emil mengucapkan terima kasih. "Oke bu. nuhun." jawab Emil.