RSKIA Kopo Bandung Ditargetkan Mulai Beroperasi Bulan Juli

Oleh Endang Saputra pada 09 Januari 2019, 16:51 WIB

Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot)Bandung memastikan pembangunan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung yang berada Jalan Kopo dapat selesai pada Februari. Saat ini pihak kontraktor masih menyelesaikan beberapa bagian di tahap akhir (finishing).

Wali Kota Bandung Oded Mohamad Danial mengecek langsung progres pembangunan rumah sakit tersebut. Dia ingin agar RSKIA bisa beroperasi tahun ini.

"Progresnya sudah 95 persen. Dan mereka (kontraktor) harus selesai di tanggal 14 Februari," ujar Oded kepada awak media, Rabu (9/1).

Oded berharap dengan hadirnya RSKIA ini dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Selain ditunjang dengan bangunan gedung yang memadai, juga alat kesehatan dan sarana penunjang kesehatan yang terbilang lebih lengkap.

"Kalau sudah selesai, kita punya rskia sekelas internasional. Dari sisi pelayanan maksimal namun dari sisi tarif tetap terjangkau," kata dia.

Sementara itu, Direktur RSKIA Kota Bandung, Taat Tagore mengungkapkan, bahwa pembangunan RSKIA saat ini merupakan tahap 2. Pembangunan tahap 2 ini meliputi arsitektur, konstruksi, dan instalasi kelistrikan dan mekanikal. Jaringan instalasi gas medis wajib sesuai standar rumah sakit. Termasuk pemasangan pendingin udara khusus antibakteri. Untuk tahun ini akan dilanjutkan pembangunan tahap 3 seperti lantai, finishing depan, membran dan taman.

"Pelaksanaan pembangunan tahap 3 sekitar pertengahan Februari atau Maret. Kita terus berjalan berjalan, sehingga Juni sudah bisa selesai tinggal uji coba dalam hal IT. Target Juli harus beroperasi," ucapnya.

Taat menjelaskan bahwa RSKIA ini akan memiliki sekitar 500 kamar. Sebanyak 25 kamar Poli, disiapkan tempat tidur sebanyak 68 untuk kelas (1), 136 untuk kelas (2), 144 bagi kelas (3), serta President Suite, Junior Suite, VVIP, VIP sebanyak 30 tempat tidur. Namun menurut Taat, pada tahap awal jumlah yang dapat diisi sekitar 150-200 kamar.
RSKIA ini nantinya akan melengkapi kebutuhan layanan kesehatan warga Kota Bandung yang lebih unggul. RSKIA memiliki luas bangunan keseluruhan sekitar 47.000 meter persegi dengan 13 lantai dan 2 basement.

RSKIA Kopo juga akan melengkapi sarana perawatan intensif dengan 44 tempat tidur untuk ICU, HCU, NICU, PICU, 35 tempat tidur untuk IGD, 30 tempat tidur kamar bersalin, serta 45 tempat tidur Perinatologi

Dari segi fasilitas kata Taat yang paling spesial dan menghabiskan anggaran cukup banyak yakni membangun ruangan operasi atau OK (Operatie Kamer).

"Ruang yang canggih itu OK. Salah satu andalan karena tata udaranya kita pilih yang steril dan berkelas. Itu cukup mahal karena menguras 20 persen dari total anggaran," katanya.

RSKIA Layani Pasien BPJS

Untuk itu Oded Mohamad Danial memastikan bahwa RSKIA Kopo menerima pasien BPJS ketika nanti sudah beroperasi. Karena pembangunan RSKIA itu memang diperuntukan untuk meningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Bisa, tentu bisa digunakan untuk pasien bpjs. Ini kan bentuk keberpihakan pemerintah terkait layanan kesehatan untuk warga Bandung," ujar Oded.

Menurut Oded, bidang kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Dengan hadirnya RSKIA, Pemkot Bandung ingin meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah.

"Hadirnya RSKIA ini bisa mampu mengatasi persoalan kesehatan baik untuk masyaralat menangah bawah, sampai kelas atas," kata dia.

Tak hanya sari segi fasilitas, Pemkot Bandung juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM). Nantinya aecara bertahap akan dibuka rekrutmen untuk berlangsungnya pelayanan.

"Proses rekrutmen SDM mulai dari dokter spesialis, bidan dan perawat, itu akan kita kaji dulu," ujar Direktur RSKIA dr.Taat Tagore.

Tag Terkait