Korsleting listrik, dua rumah di Mohamad Toha dilalap si jago merah
petugas pemadam
Bandung.merdeka.com - Dua rumah yang berada di Jalan Mohamad Toha Gg. H.Kurdi 2 No 11 dan No 2, RT 08 RW 01, Kelurahan Karasak, Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung dilalap si jago merah, Kamis (2/8) pagi. Kebakaran diduga terjadi karena konsleting listrik.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 04.43 WIB.
"Objek yang terbakar rumah dua lantai atas nama pemilik rumah no 11 atas Bapak Suradi (65 Tahun) dan pemilik rumah no 2 atas nama Bapak Yaman (50 tahun). Luas area terbakar, untuk luas tanah, 90 meter persegi dan luas bangunan 180 meter persegi," ujar Ferdi lewat pesan singkat.
Ferdi mengungkapkan dari keterangan saksi mata, api terlihat di lantai 2 rumah sekitar pukul 04.30 WIB saat hendak melaksanakan salat subuh. Menurut salah satu pemilik rumah, api diduga sudah menyala sejak pukul 04.00. Kemudian saksi melaporkan kejadian ke Emergency Call 022-113.
"Penyebab kejadian diduga dari konsleting listrik,"kata dia.
Untuk memadamkan api, petugas menurunkan 10 mobil damkar. Setelah 90 menit berjibaku, petugas berhasil memadamkan api. Berkat kesigapan petugas, sejumlah rumah yang berada di bagian kiri, kanan, belakang dan depan berhasil terselamatkan.
"Ada lima rumah yang berhasil terselamatkan. Tidak ada korban dalam kejadian ini," katanya.
Tag Terkait
Pasca Kebakaran, Pemkot Bandung Siapkan Lapak Sementara Pedagang Pasar Kosambi
Gedung Direktorat Polban Hangus Dilalap Si Jago Merah
Pemkot Bandung Segera Kirim Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Sukahaji
Kabakaran di Pasirlayung hanguskan satu rumah
Halte bus TMB di Bandung kebakaran
Pemkot Bandung siapkan tempat relokasi untuk pedagang korban kebakaran
Pasar Sederhana kebakaran, ratusan kios pedagang hangus dilalap api
Pedagang Pasar Gedebage minta pihak pengelola sediakan TPPS untuk pedagang
Pemkot Bandung akan bangun TPPS untuk pedagang korban kebakaran Pasar Gedebage
Pasar Gedebage Kebakaran, Emil minta PT Ginanjar bertanggung jawab