Polisi sebut tak ada keterkaitan penusukan di Bandung dengan NTT

Oleh Farah Fuadona pada 14 Desember 2016, 15:34 WIB

Bandung.merdeka.com - Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, memastikan tidak ada keterkaitan penikaman yang terjadi di wilayah hukumnya dan Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Muhammad Azis Ghozari (19) saat beraksi di Kelurahan Cigondewah pada Selasa (13/12) petang, adalah pelaku tunggal tanpa ada instruksi atau jaringan yang menggerakannya. "Ini adalah pelaku tunggal. Tidak ada keterkaitannya (dengan NTT)," kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Rabu (14/12).

Penikaman menimpa tujuh anak SD di Kabupaten Sabu Raijua, NTT terjadi juga dihari yang sama. Irwansyah si pelaku beberapa saat usai kejadian tewas usai diamuk warga di dalam tahanan.

Azis juga mengalami hal serupa di mana usai penikaman, langsung dijadikan bulan-bulanan warga. Azis melakukan penyerangan itu di Jembatan Tol Batureungat Rw 03 Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung,

Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan meski terkapar dengan beberapa luka di badan dan di wajahnya. Menurut Hendro, pihaknya belum bisa menyimpulkan motif penyerangan brutal yang menimpa warga Bandung, sebab kondisi tersangka yang belum memungkinkan.

Dia menyebut Azis secara tiba-tiba menyerang dengan senjata tajam tanpa musabab jelas di jembatan tapal batas kota dan Kabupaten Bandung. "Jadi memang tiba-tiba menyerang. Enggak ada yang kenal," ungkapnya. Penikaman yang dilakukan Azis itu mengakibatkan satu korban, Asep Odang Sutisna tewas dan tujuh lainnya luka-luka.