Pemilik Jumma raup keuntungan lewat promosi di media sosial

Oleh Mohammad Taufik pada 21 Juli 2017, 10:39 WIB

Bandung.merdeka.com - Media sosial menjadi wadah untuk mendapatkan informasi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk memasarkan produk-produknya.

Seperti halnya Winny Caprina Irawan, seorang pelaku usaha pemilik brand Jumma yang menjual baju anak-anak di Bandun, Jawa Barat. Dia memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, website dan lainnya untuk memperluas pangsa pasar yang menjadi target marketnya.

Menurut dia, media sosial sangat membantu para pelaku usaha untuk mempromosikan produk tanpa biaya besar. Selain aktif melakukan promosi di media sosial, Winny juga mempromosikan Jumma melalui endorsement artis, promo di radio, majalah untuk fashion spread, sponsor event dan bazar.

Sebagai penentu langkah yang lebih serius dalam mengembangkan usaha online, pada akhir 2016 lalu Jumma Kids mulai membangun rumah online sendiri dimana mereka dapat lebih leluasa berekspresi dalam memamerkan produk dan karya mereka dengan nama situs www.jummakids.com. Diharapkan dengan adanya situs tersebut dapat mempermudah orang untuk mengetahui detail produk dan melakukan pemesanan.

Awalnya, Winny mengalami kesulitan dalam menemukan produk pakaian yang cocok untuk anak laki-laki dengan desain menarik serta bahan yang nyaman. Orang tua lainnya pun banyak yang berpendapat sama dengannya tentang hal ini.

"Kalau ada baju yang bagus dan lucu, tapi harganya mahal," ujar Winny lewat rilis yang diterima Merdeka Bandung, Kamis (20/7).

Hal itu yang membuat wanita kelahiran Bandung, 1 Januari 1985 ini memiliki ide untuk memulai bisnis menjual baju anak dengan desain yang bagus dan bahan yang nyaman, namun memiliki harga terjangkau.

Ide memiliki usaha untuk produk anak-anak ini dimulai dari September 2013. Lalu dikembangkan dan berbagai proses dilakukan, seperti mencari sebuah nama brand, pembuatan konsep baju, dan segala hal lainnya. Pada akhirnya nama Jumma Kids dipilih karena mudah di dengar, dilafalkan, dan diingat. Terlebih nama Jumma sendiri memiliki arti yaitu Doa di hari Jumat.

Didukung oleh suami yang bergerak di bidang sama, produk Jumma yang terdiri dari kaos, kemeja, celana, kaos kaki, jaket, hingga denim untuk anak usia sembilan bulan hingga tujuh tahun memiliki desain yang mengedepankan binatang, musik, tokoh-tokoh, shout out tee yang dikemas ala Jumma hingga terlihat keren, edgy tapi tidak meninggalkan kesan anak kecilnya.

Menjadi pengusaha tidak selalu berjalan dengan lancar, Winny juga mengalami pasang surut dalam usaha. pada 2016, di mana Jumma tumbuh sangat cepat, ada beberapa masalah besar ketika perancang tunggal mereka, jatuh sakit dan tidak dapat melanjutkannya. Hal itu mempengaruhi produksi dan pasokan produk.

Titik balik usaha mereka dimana pada 2016, membangun Jumma Kids dengan perlahan dengan mulai membenahi infrastruktur pada brand yang ia sayangi ini. Ibu dari dua orang anak bernama Sinar Langit dan Radja Mandaka ini membuat sebuah working space yang disebutnya dengan nama Jumma Kids Studio yang bertempat di Komplek Dago Asri.

"Saat ini Jumma Kids sedang belajar mandiri dengan membangun sebuah tim yang solid. Mulai dari tim design, tim produksi, tim creative, tim customer service sampai ke tim marketing. Hal yang cukup menarik dari studio Jumma Kids ini adalah dimana terdapat mural mural besar yang menjadi signature dari studio Jumma ini yaitu 'Hakuna Matata' yang berarti 'jangan khawatir'," katanya.

Menjadi orang tua dari dua orang anak juga pengalamannya dahulu menjadi guru TK serta kecintaannya terhadap dunia anak-anak, menjadikan Winny aktif mengadakan program sharing session mengenai parenting. Bagi Winny sangat mungkin untuk menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga yang utuh tapi masih bisa berkarya atau melakukan sebuah usaha.

"Yang penting kita bisa me-manage waktu kita dengan sangat baik dan bisa memainkan seluruh peran kita sesuai porsinya. Kalau capek sudah pasti karena pasti ada effort lebih yang harus kita keluarkan untuk menjalani seluruh peran tersebut. Ya waktu, pikiran juga tenaga. Tapi, Insya Allah semua usaha kita akan mendatangkan hasil baik," tuturnya.