Indigo buka pintu kerja sama di Asia Tenggara lewat Magic

Oleh Farah Fuadona pada 02 Desember 2016, 14:41 WIB

Bandung.merdeka.com - Guna membuka pintu kerja sama yang lebih luas khususnya di area Asia Tenggara. Inkubator-akselerator startup asli Indonesia yakni Indigo Creative Nation (ICN) manjalin aliansi bersama Malaysia Global Innovation and Creative Center (Magic).

Managing Director Indigo, Ery Punta mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan pihak Malaysia merupakan kesepakatan. Karena keduanya memiliki visi sejenis yakni mencuatkan startup lokal di masing-masing negara ke tingkat global melalui pembukaan akses layanan dan pasar lebih luas.

"Magic berposisi unik karena pembiayaan sepenuhnya dari pemerintah Malaysia namun gerak operasional lincah seperti sektor privat. Jika diumpamakan di tanah air sama seperti Bekraf, namun fokusnya hanya ke startup sehingga menjadi mitra yang handal dan dapat diandalkan," ujar Ery kepada Merdeka Bandung, Jumat (2/12).

Indigo menilai, kata dia, Magic bisa menjadi pintu kerja sama dengan pihak lainnya di kawasan Asia Tenggara khususnya dan dunia umumnya. Sekalipun demikian mereka tidak menerapkan kerja sama ekslusif sehingga sejalan dengan spirit Indigo yang selalu terbuka kerja sama dengan berbagai pihak.

Selain Magic, Indigo dengan konsep serupa bekerja sama pula dengan SVA Technology Alliance yang menyambungkan startup khusus kawasan Asia Tenggara dengan jejaring startup global langsung di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Program spirit global ini sebelumnya diterapkan dalam program Indigo Immersion pada 9-16 April 2016 lalu. Tiga binaan Indigo (Amtiss, Kakatu, dan Goers) bertemu startup mendunia seperti Uber, Facebook, Apple dan Google, dan juga venture capital ternama, Kleiner Perkins Caufield & Byers (KPCB).

"Indigo menjadi memiliki mitra sejajar karena Magic saat ini tengah dalam proses perluasan startup lokal ke negara lain. Sebaliknya Indigo butuh jembatan guna mengantarkan startup binaannya ke kancah regional/global. Di Malaysia startup itu buatan lokal sebanyak 60 persen dan sisanya global," jelasnya.

Di tahun 2016, pemerintah Malaysia melalui Magic ingin startup lokal ini ekspansi regional dan global seperti dilakukan Grab. Sebagai agen pemerintah, mereka menjadi mitra untuk mewujudkan misi tersebut.

Â

Â

Â

Â

Â

Â

Â

Tag Terkait