Para peneliti Bandung kenalkan astronomi ke anak-anak pedalaman

Oleh Mohammad Taufik pada 26 September 2016, 14:04 WIB

Bandung.merdeka.com - Di Bandung ada komunitas internasional yang kegiatannya melakukan ekspedisi ke sejumlah pedalaman di Indonesia. Tujuan ekspedisi untuk menjangkau anak-anak pedalaman agar mengenal sains.

Nama komunitas tersebut adalah Universe Awareness for Children (Unawe) Indonesia. Organisasi ini berkembang di Institut Teknologi Bandung (ITB). Koordinator Unawe, Yatni Yulianti, mengatakan Unawe adalah organisasi internasional yang awalnya didirikan para pensiunan dosen dari Leiden University, Belanda.

Unawe berkonsentrasi pada pendidikan anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi, sosial, budaya. “Tujuan Unawe mengenalkan alam semesta kepada anak-anak. Target kami adalah anak usia 7-10 tahun yang ada di pelosok-pelosok atau pedalaman,” terang Yatni, saat berbincang dengan Merdeka Bandung baru-baru ini.

Ia menjelaskan, Unawe adalah organisasi terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung. Model kerjanya, mengembangkan program kegiatan bisa diikuti anak-anak. Program tersebut harus mengenalkan sains semenyenangkan mungkin. Ujungnya adalah mengenalkan cara berpikir rasional.

Contohnya, mengajarkan ilmu astronomi, biologi, fisika, dan matematika dengan cara-cara menyenangkan kepada anak. Misalnya mengenalkan sains lewat permainan ular tangga dan lain-lain.

Unawe pertama kali dibawa ke ITB oleh dosen astronomi ITB pada 2007. Dari situ, banyak mahasiswa atau dosen ITB bergabung. Sejak awal pengembangan, Unawe melakukan Roadshow Trans Java meliputi Bandung, Yogyakarta, Malang, Madiun. Malah di Sidoarjo, Unawe membuka kelas astronomi bagi anak korban lumpur Lapindo.

Hasil dari roadshow diunggah ke web bosscha.itb.ac.id/unawe. Di web ini ada informasi dan beragam metode mengenal sains untuk anak yang bebas diunduh atau bahkan ditambahkan.

“Siapa saja yang mau menggunakan web silakan. Misalnya ular tangga silakan download, diperbanyak. Semua materi kami di-upload di situ, boleh diambil, dikembangkan, dimodifikasi,” katanya.

Sejumlah ekspedisi yang sudah dilakukan Unawe antara lain Ekspedisi Gerhana Matahari Total ke Poso awal Maret lalu, Ekspedisi Gerhana Matahari Cincin di Pantai Anyer (2009), Ekspedisi Transit Venus di Atambua (2012). Setiap ekspedisi, masyarakat sekitar selalu dilibatkan.

“Kalau ada momentum kegiatannya skala besar kami melakukan ekspedisi,” katanya.

Di samping ekspedisi, kata dia, Unawe melakukan kegiatan skala kecil. Misalnya di Dago, Bandung, Unawe bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Astronimi untuk membuka kelas berseri.

Unawe juga bekerja sama dengan Observatorium Bosscha untuk mengundang anak-anak Lembang. Pihaknya juga kerja sama dengan kelompok lupus (Orang hidup dengan lupus/Odhapus). Odhapus diajak mengenal sains.

Staf Peneliti Observatorium Bosscha ITB ini menambahkan, ilmu yang diajarkan tidak selalu astronomi. Hanya saja karena lebih banyak anggota Unawe yang memiliki latar belakang keilmuan astronomi, maka ilmu astronomi menjadi lebih dominan.

Tag Terkait