Mahasiswa Unisba gelar acara 'Membangunkan Marsinah'
Membangunkan Marsinah
Bandung.merdeka.com - Siapakah Marsinah? Bagi generasi saat ini nama itu mungkin asing. Untuk mengingatkan Marsinah pada generasi masa kini, Studi Teater Unisba (Stuba) menggelar rangkaian acara bertema 'Membangunkan Marsinah'.
Marsinah adalah aktivis buruh yang tewas dibunuh 8 Mei 1993. Hingga kini kasus pembunuhan Marsinah belum terungkap. Sejak itu nama Marsinah menjadi ikon atau inspirasi perjuangan buruh khususnya buruh perempuan.
"Kita ingin membangun semangat Marsinah untuk mahasiswa. Di zaman yang serba dibungkam saja Marsinah berani melawan menentang ketidakadilan. Bertolak belakang dengan sekarang setelah reformasi orang-orang cenderung diam," kata pimpinan produksi Membangunkan Marsinah', Muhammad Yogi Rizal, di Gedung Aquarium Universitas Islam Bandung (Unisba), Selasa (10/5).
Acara Membangunkan Marsinah berlangsung sejak Senin (9/5). Acara ini terkait erat dengan May Day atau Hari Buruh. Rangkaian acaranya terdiri dari pameran foto-foto perjuangan buruh perempuan, demonstrasi mahasiswa, seni instalasi karya Harry Brahma, seni lukis karya Besty Rahulasmoro, seni topeng, pameran buku dan t-shirt Marsinah. Semua itu dipamerkan di ruang Aquarium Unisba.
Pameran tersebut diwarnai dengan pembacaan puisi dari Forum Teater Kampus Bandung, pantomim dari seniman pantomime Wanggi Hoediyatno Boediardjo. Puncaknya Minggu (15/5) akan digelar pementasan teater monolog berjudul 'Membangunkan Marsinah'.
Monolog diperankan artis teater Shela Karina dengan sutradara Nofan Riandi. Keduanya merupakan seniman Stuba. Pementasan akan dilangsungkan di pelataran parkir Unisba pukul 19.30 WIB.
Dalam menggelar rangkaian acara Membangunkan Marsinah, Stuba bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unisba. Selain itu, acara ini didukung LBH Bandung, KontraS, toko buku Ultimus dan Lumbung Buku.
Muhammad Yogi Rizal menjelaskan, Stuba merupakan UKM yang aktif di bidang kesenian. Sedangkan KMJ aktif di bidang informasi. Lewat acara tersebut, Stuba maupun KMJ bekerja sama menyampaikan informasi tentang Marsinah.
"Teater sendiri adalah media untuk menyampaikan informasi, tentang sejarah, HAM, demokrasi dan lain-lain," katanya.
Sebagai generasi muda yang lahir pada 1994, tutur dia, dia awalnya asing dengan Marsinah. Namun setelah dipelajari, diketahui bahwa Marsinah adalah pejuang yang memperjuangkan buruh.
"Kita berharap sosok Marsinah dikenal rekan-rekan mahasiswa, bahwa Marsinah adalah sosok yang keren dan inspiratif," ujarnya.
Tag Terkait
LPDP Lakukan Transplantasi Karang dan Pemberdayaan Masyarakat
Novo Nordisk Indonesia Menerapkan Pendekatan Holistik
Kepengurusan IESPA 2021-2026 Baru Siap Dorong Jutaan Gamers Jawa Barat
SimpleDesa dari SVN di KBB Beri Kemudahan Bagi Kepala Desa
Segudang Manfaat Elok Terasa di Desa Wisata Stone Garden
Tahun Ini, Sertifikasi Gratis TKDN dari Kemenprin Telah Lampaui Target
Jelang KTT G20 2022, Sebuah Dialog Digelar Guna Membangun Kolaborasi
384 Pembalap Ramaikan Teras Caf 1st Series di Lembang
Karier.mu dan Kartu Prakerja Bantu Asah Kompetensi Diri
Donatur Loyal Rumah Zakat Bisa Dapat Happiness Card, Ini Keuntungannya