Unpad akan luncurkan Unpad-BUMN Center of Excellence

Oleh Mohammad Taufik pada 08 Mei 2016, 13:43 WIB

Bandung.merdeka.com - Universitas Padjadjaran (Unpad) akan meluncurkan Unpad BUMN Center of Excellence (BCE). Unpad BCE diharapkan menjadi center of excellence bagi seluruh BUMN di Indonesia dalam meningkatkan daya saing global melalui kolaborasi lintas sektor (pentahelix), kerjasama pembelajaran dan pengkajian.

Direktur Tata Kelola & Komunikasi Publik Unpad, Soni Akhmad Nulhaqim, mengatakan peluncuran Unpad BCE akan dilakukan bersamaan dengan digelrnya Seminar Pentahelix bertema 'Stimulasi dan Pengaturan Over The Top (OTT) untuk Kemajuan Industri Telematika.'

Dua acara tersebut akan digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Jalan Lapangan Banteng Selatan No.1, Jakarta Pusat, Senin (9/5) mulai pukul pukul 09.00 WIB - 16.00 WIB.

"Seminar dan peluncuran Unpad BCE yang rencananya akan dihadiri oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Prof. Mohamad Nasir," kata Soni, Minggu (8/5).

Seminar tentang OTT atau penyedia layanan aplikasi atau konten melalui internet itu akan menampilkan dua pembicara kunci yang terbagi dalam dua sesi, yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi.

Selanjutnya seminar akan diisi oleh dua sesi diskusi panel yang akan menampilkan narasumber dari berbagai unsur pentahelix. Sesi pertama yang mengangkat tema OTT dan Perkembangan untuk Kemajuan Industri Telematika.

Sesi ini akan menampilkan lima orang pembicara yaitu Prof. Dr. Ernie Tisnawati Sule (akademisi Unpad), Nadiem Makarim (owner Gojek/Bisnis), Ir. Kristiono (Ketua Umum Mastel/komunitas), I Ketut Prihadi Kresna, SH., LLM. (BRTI/pemerintah) dan Arif Budisusilo (Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia/media) dengan moderator Suryopratomo.

Sesi kedua seminar akan mengangkat tema 'OTT dan Keseimbangan Industri di Indonesia' dengan narasumber yaitu Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, SH., MH., FCBArb (akademisi Unpad), Muhammad Awaluddin (Telkom/industri), Agatha Lily, S.Sos., M.Si (Regulator), Hari Santoso Sungkari (BeKraf), Dr. Ahmad Yani Basuki (LSF), dengan moderator Rosiana Silalahi.

Soni menjelaskan, Seminar Pentahelix merupakan salah satu aktivitas kolaborasi lintas sektor yang dilaksanakan untuk menjadi landasan kebijakan nasional untuk penyelenggaraan OTT di Indonesia.

Landasan tersebut, sambung dia, diharapkan bisa mendorong terjadinya model bisnis dan kepastian hukum bagi penyelenggara OTT di Indonesia ditinjau dari berbagai pihak mulai meliputi akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah, dan media.

"Diharapkan kegiatan ini dapat menginspirasi, mendorong inovasi, dan memberi pemikiran strategis dalam rangka pengembangan BUMN terutama industri telekomunikasi dan OTT sehingga dapat menjadi engine of growth perekonomian Indonesia," katanya.

Tag Terkait