Menkominfo Rudiantara: Setiap orang 'banci tampil' atau suka difoto
Rudiantara di acara PFI
Bandung.merdeka.com - Menteri Komunikasi dan informatika Rudiantara membuka pengumuman Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2016 di Gedung Merdeka Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung, Sabtu (9/4).
Rudiantara menilai, foto jurnalis berbeda dengan foto karya fotografer non-jurnalis. Foto-foto jurnalistik lebih mengandung feeling. Ia menduga mungkin para pewarta foto orangnya pada sensi-sensi.
"Beda fotografer dan jurnalis (foto). Foto jurnalis punya feeling , agak sensi juga karena bisa memanfaatkan momentum tertentu. Tapi bukan hanya momen, mungkin insting atau apapun namanya," kata Rudiantara.
Menurut dia, foto jurnalistik memiliki makna sosial yang kuat, terutama di masa yang akan datang. Ia mengaku mau menghadiri acara PFI karena menyukai foto-foto jurnalistik dan secara pribadi suka difoto. Padahal sebenarnya akhir pekan ini ia sudah memiliki acara keluarga, yakni hadir pada acara pernikahan.
Namun karena PFI yang mengundang, ia 'terpaksa' melakukan lobi pada yang punya hajat agar diizinkan membatalkan hadir di pernikahan. "Setelah lobi, saya bisa hadir di sini," kata menteri kelahiran Bogor ini.
Pada dasarnya, kata dia, semua orang suka difoto. Hampir semua manusia senang difoto. Dengan kata lain, kebanyakan orang adalah 'banci tampil' karena suka difoto.
"Hanya saja ada yang jaga (menahan diri) difoto, ada juga yang mau difoto. Sehingga muncul fenomena selfie, itu ekspresi 'banci tampil' bahwa manusia senang sekali difoto. Banci tampilnya tentu dalam tanda petik," katanya sambil menjentikkan jarinya.
Pewarta foto atau jurnalis foto, kata dia, memiliki peran besar dalam memfoto peristiwa manusia. Ia menuturkan, rekan-rekan pejabatnya jika tampil di media massa cetak maupun online suka iseng menanyakan ada foto dirinya atau tidak.
Ada juga yang menanyakan softcopynya karena ingin mengoleksi foto hasil jepretan jurnalis. "Jadi kesukaan difoto adalah sifat dasar manusia," katanya.
LPDP Lakukan Transplantasi Karang dan Pemberdayaan Masyarakat
Novo Nordisk Indonesia Menerapkan Pendekatan Holistik
Kepengurusan IESPA 2021-2026 Baru Siap Dorong Jutaan Gamers Jawa Barat
SimpleDesa dari SVN di KBB Beri Kemudahan Bagi Kepala Desa
Segudang Manfaat Elok Terasa di Desa Wisata Stone Garden
Tahun Ini, Sertifikasi Gratis TKDN dari Kemenprin Telah Lampaui Target
Jelang KTT G20 2022, Sebuah Dialog Digelar Guna Membangun Kolaborasi
384 Pembalap Ramaikan Teras Caf 1st Series di Lembang
Karier.mu dan Kartu Prakerja Bantu Asah Kompetensi Diri
Donatur Loyal Rumah Zakat Bisa Dapat Happiness Card, Ini Keuntungannya