Emil sebut ucapan Kepala BPLHD Jabar rendahkan masyarakat Bandung
Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyesalkan ucapan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLHD) Jabar Anang Sudarna yang menyebut pengelolaan sampah di Bandung gagal total. Ridwan menyebut ucapan Anang telah merendahkan kerja seluruh masyarakat Bandung yang selama dua tahun terakhir melakukan berbagai upaya dan inovasi di bidang kebersihan.
"Saya menyesalkan ucapan Kepala BPLHD Jabar Anang Sudarna yang bilang pengelolaan sampah di Bandung gagal total. Itu merendahkan kerja seluruh masyarakat Bandung yang saya saksikan sendiri selama dua tahun sudah banyak melakukan perubahan. Jadi istilah gagal total terlalu berlebihan menurut saya," ujar Emil kepada wartawan saat ditemui di Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Rabu (23/3).
Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut ucapan Anang tidak didasarkan pada fakta dan data. Menurut dia ucapan Anang hanya didasarkan pada pengamatan visual semata.
"Masalah sampah itu lintas wilayah. Jadi harus berbasiskan data jangan hanya pengamatan visual saja. Kami pun mendapat sampah berupa kotoran sapi dari arah lembang KBB, itu data yang ada dan itu sudah lama tidak tertangani," katanya.
Emil justru mempertanyakan peran koordinasi dari BPLHD Jabar dalam pengelolaan sampah terhadap daerah-daerah di wilayah Bandung Raya. Tugas pejabat itu, kata Emil, seharusnya membina jika ada masalah bukannya menyalahkan daerahnya.
"Tugas pejabat itu seharusnya membina kalau ada masalah, bukan nyalahin daerahnya yang justru menjadi koordinator mencari solusi. Saya pertanyakan BPLHD apa peran koordinasinya, kan kelihatan kalau ada. Jangan hanya pas ada masalah myalahin kota-kota di bawahnya. Malah kita mau menjelang mendapat penghargaan adipura terkesan dipersulit oleh BPLHD," ucap Emil.
Sebelumnya, Kepala BPLHD Jabar Anang Sudarna mendatangi lokasi lautan sampah di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada Minggu (20/3) kemarin. Dari hasil tinjauannya tersebut, sampah yang menumpuk di Sungai Cikapundung dan Kampung Cijagra, Kabupaten Bandung, mencapai 500 ton selama dua hari ke belakang. Anang menyebut sampah-sampah tersebut kuat dugaan merupakan kiriman dari Kota Bandung.
Tag Terkait
LPDP Lakukan Transplantasi Karang dan Pemberdayaan Masyarakat
Novo Nordisk Indonesia Menerapkan Pendekatan Holistik
Kepengurusan IESPA 2021-2026 Baru Siap Dorong Jutaan Gamers Jawa Barat
SimpleDesa dari SVN di KBB Beri Kemudahan Bagi Kepala Desa
Segudang Manfaat Elok Terasa di Desa Wisata Stone Garden
Tahun Ini, Sertifikasi Gratis TKDN dari Kemenprin Telah Lampaui Target
Jelang KTT G20 2022, Sebuah Dialog Digelar Guna Membangun Kolaborasi
384 Pembalap Ramaikan Teras Caf 1st Series di Lembang
Karier.mu dan Kartu Prakerja Bantu Asah Kompetensi Diri
Donatur Loyal Rumah Zakat Bisa Dapat Happiness Card, Ini Keuntungannya