Mahasiswa demo minta transparansi dana penyelenggaraan PON di Jabar

Oleh Farah Fuadona pada 24 Februari 2016, 15:05 WIB

Bandung.merdeka.com - Sedikitnya 50-an mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan demonstrasi di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Mereka meminta dana penyelenggaraan PON ke-19 di Jabar bisa transparan dan efisien.

Untuk diketahui, hajat akbar olah raga nasional sendiri digelontorkan Pemprov Jabar sebesar Rp 2,1 triliun yang berasal dari APBD. PON yang bakal dilangsungkan di 15 kabupaten dan kota di Jabar akan mempertandingkan 43 cabang olahraga.

"Untuk penyelanggaraan PON 2016 ini mencapai Rp 2,1 triliun yang cuma berasal dari APBD Jabar. Belum lagi nanti ada kucuran dari APBN, sponsor, dan lainnya. Tentu akan ada nominal besar," kata koordinator aksi PMII Kab Bandung, Grace Martian Hakim disela aksinya, Rabu (24/2).

Artinya jika pengawasan lemah, akan banyak penyelewengan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. "Nominal itu besar, kami butuh transparansi. Karena takut ada indikasi penyelewenangan besar juga," ujarnya.

Dia menyebut, dana sosialisasi PON yang menelan biaya sampai Rp 22 miliar pada APBD 2015 belum bisa menyentuh banyak orang. Bahkan tidak sedikit orang tidak tahu, kapan PON di Jabar diselenggarakan. "Sosialisasi PON ini tidak menyeluruh," jelasnya. Adapun untuk 2016 biaya sosialisasi mencapai Rp 60 miliar.

Lainnya, soal sarana dan prasarana PON, juga infrastruktur pelengkap lainnya. Di sana dia mengklaim, mengetahui adanya pemangkasan lahan seperti yang terjadi di lintasan pacuan kuda Pangandaran.

"Pacuan kuda yang seharusnya 1.200 meter, menjadi 1.000 meter. Itukan luar biasa," terangnya. Pihaknya mengaku akan terus mengawal kebijakan soal penyelenggaraan PON tersebut.

Dalam aksinya, mahasiswa yang turun mengusung beberapa poster seperti'PON Jawa Barat. Rakyat Melarat', 'Atlet Sempoyongan Pemerintah Hura-hura' dan sejumlah poster lainnya. Aksi itu mendapatkan pengawalan dari kepolisian.

Tag Terkait