Tranparansi, Bandung terapkan Open Contracting Analithycal System

Oleh Farah Fuadona pada 23 Februari 2016, 17:50 WIB

Bandung.merdeka.com - Untuk menerapkan prinsip keterbukaan terkait sistem pengadaan dan lelang. Pemerintah Kota Bandung akan menerapkan Open Contracting Analithycal System. Seperti diketahui Kota Bandung menjadi pilot project open contracting yang digagas dan diprakarsai oleh The World Bank.

Hal itu terungkap saat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima Jr Professional Officer Open Contracting Governance, Abdoulaye Fabregras, dan deputi Bidang Pengembangan Strategi dan kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Dharma Nursani di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (23/02).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada November 2015 lalu yang pada saat itu dalam rangka untuk mengetahui keterbukaan soal sistem pengadaan dan lelang.

Open contracting sendiri merupakan sistem keterbukaan informasi dalam hal transparansi serta akuntabilitas berkaitan kontrak yang berhubungan dengan pengadaan atau jasa pemerintahan. Sistem tersebut berguna untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau korupsi.

Ridwan menuturkan, Pemerintah Kota Bandung terus berkomitmen dalam menghadirkan inovasi-inovasi dalam berbagai hal. Termasuk dalam hal keterbukaan informasi dan tranparansi pengadaan dan lelang. Pihaknya pun ingin menjadikan Kota Bandung menjadi kota percontohan.

"Saya kira kami betul-betul ingin Bandung jadi percontohan dalam hal apapun. Sambil yang fisik-fisik diperlihatkan padahal kita juga serius mereformasi birokrasi dengan ukuran ilmiah, mudah-mudahan ini menjadi bagian reformasi birokrasi," ujar Ridwan.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan The World Bank menawarkan sistem open contracting yang dilengkapi analitycal system.

"Analitiycal selama ini belum ada, sehingga dengan sistem analitycal dari World Bank ini tiap tahun dapat ditemukan analisisnya," ucapnya.

Emil mengungkapkan saat ini Bandung juga telah memiliki e budgeting, sama halnya Jakarta. Bandung juga berupaya untuk memiliki sistem analisis seperti world bank.

"E budgeting juga Bandung sudah punya, tapi Jakarta itu punya analitiyc kayak world bank itu. Kita gak punya kita di sini lebih kepada mendisplay sebuah keputusan, kalo e budgeting di Jakarta itu kita bisa bedah," katanya.

Selain itu lanjut dia, E budgeting tahun ini akan migrasi menggunakan analithycal system. Pihaknya mengaku dirinya mendukung analitycal system yang digagas World Bank tersebut.

"Kalau itu sudah menjadi standar nasional dan sudah menjadi kesepakatan bersama, Bandung pun bersemangat untuk itu," ujarnya.