Kerusakan Stadion GBLA karena perencanaan yang kurang cermat

Oleh Farah Fuadona pada 11 Februari 2016, 11:01 WIB

Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyebut kerusakan sejumlah bagian bangunan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) disebabkan perencanaan yang kurang cermat. Kondisi tanah yang kurang stabil tidak diimbangi dengan pola perencanaan pembangunan yang baik.

"Ini tuh masalahnya sederhana. Ini tuh tanah rawa, rawa itu bergerak ke dalam bergerak ke samping. Harusnya dari awal ngegambarnya itu dihitung dengan cermat. Jadi harusnya gak ada pondasi pendek. Pondasi pendek ini adalah biangnya masalahnya. Dia turun dan dia bergeser," ujar Ridwan saat ditemui di stadion GBLA, Rabu (10/2).

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan pihaknya menyerahkan kepada pihak kontraktor untuk segera memperbaiki sejumlah bagian gedung yang rusak. Setelah hasil pengecekan dari tim ahli Bareskrim, Emil berharap perbaikan dapat segera dilakukan.

"Saya rapat dulu dengan kontraktor. Apakah tiga bulan empat bulan yang jelas nggak jauh dari target provinsi. Saya mah pengennya tiga bulan, makanya saya rapat dulu. Mudah-mudahan kepengen saya masuk akal bisa dipenuhi kontraktor," ungkap Emil.

Dia mengaku pihaknya tetap ingin memperjuangkan agar Stadion GBLA dapat digunakan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan PON XIX.

"Harus ada waktu leluasa untuk klarifikasi dan permohonan ke KONI. Dan itu berapa bulan sebelum pembukaan harus sudah diputuskan. Mereka kerja siang-malam," pungkasnya.