Kesbangpolinmas Jabar: Gafatar juga anak bangsa
Kepala Kesbangpol Linmas Jabar Agus Hanafi
Bandung.merdeka.com - Heboh Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) termasuk di Jawa Barat diharapkan tidak memicu stigma atau vonis masyarakat. Terlebih kini muncul penolakan atau pengusiran terhadap warga diduga Gafatar.
Kabag Kesbangpolinmas Jawa Barat Agus Hanafi, mengatakan bagaimanapun orang yang diduga mengikuti Gafatar kemudian dipulangkan ke kampung halamannya adalah bagian dari bangsa Indonesia yang bersemboyankan kebhinekaan.
Menurut dia, mereka juga berhak tinggal di negaranya sendiri sebagaimana dijamin oleh UUD 45. "Kalau tak terima mau gimana? Di daerah lain di usir di daerah ini mau digimanain. Padahal mereka anak negeri ini," kata Agus, di Bandung, Minggu (08/02).
Menurut dia, persoalan Gafatar adalah tanggung jawab semua pihak, pemerintah dan masyarakat. Jika warga yang ikut Gafatar dinilai sesat, sebaiknya dilakukan pembinaan.
"Kita jangan dengan mudah melakukan atau memvonis padahal mereka bangsa kita sendiri," ujarnya menegaskan.
Seperti diberitakan, sejumlah warga yang diduga ikut Gafatar dipulangkan dari Kalimantan ke kampung halaman masing-masing termasuk ke Bandung, Jawa Barat. Di Bandung, warga yang diduga eks Gafatar tersebut cenderung menutup diri.
Tag Terkait
LPDP Lakukan Transplantasi Karang dan Pemberdayaan Masyarakat
Novo Nordisk Indonesia Menerapkan Pendekatan Holistik
Kepengurusan IESPA 2021-2026 Baru Siap Dorong Jutaan Gamers Jawa Barat
SimpleDesa dari SVN di KBB Beri Kemudahan Bagi Kepala Desa
Segudang Manfaat Elok Terasa di Desa Wisata Stone Garden
Tahun Ini, Sertifikasi Gratis TKDN dari Kemenprin Telah Lampaui Target
Jelang KTT G20 2022, Sebuah Dialog Digelar Guna Membangun Kolaborasi
384 Pembalap Ramaikan Teras Caf 1st Series di Lembang
Karier.mu dan Kartu Prakerja Bantu Asah Kompetensi Diri
Donatur Loyal Rumah Zakat Bisa Dapat Happiness Card, Ini Keuntungannya