Nilai investasi proyek LRT Bandung Koridor 1 capai USD 260 juta

Oleh Mohammad Taufik pada 02 Februari 2016, 18:55 WIB

Bandung.merdeka.com - Rencana pembangunan proyek LRT Koridor I (Babakan Siliwangi - Terminal Leuwi Panjang) kemungkinan besar akan dikerjakan oleh perusahaan asal Singapura, Singapore Mass Rapid Transit (SMRT). Pembangunan proyek tersebut ditargetkan akan dimulai tahun ini

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, mengatakan nilai investasi dari proyek tersebut sebesar USD 260 juta. Ridwan menyebut angka nilai investasi tersebut lebih murah dibanding dengan monorail

"Investasinya alhamdulillah murah USD 260 juta. Kalau pakai monorail bisa USD 500 juta. Setelah saya hitung dengan tim teknologinya murah banget, canggih dan enggak membebani masyarakat," ujar Ridwan kepada Merdeka Bandung.

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, adapun teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan LRT Koridor I ini yakni menggunakan teknologi Grup Rapid Transit. Menurut Emil, selain teknologi yamg digunakan lebih murah, juga memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan teknologi lain.

"Teknologi LRT terbaru ini bisa 'pungkal pengkol' (berkelok-kelok) di jalan yang nyudut. Kalau monorail karena dia kereta kan belokannya harus (membutuhkan lahan) gede, nah itu kurang fleksibel kalo di Bandung. Kalo LRT ini bisa belok 90 derajat," kata Emil.

Selain keunggulan dari sisi teknologi, harga tiket yang nantinya dibebankan kepada masyarakat untuk menikmati moda tranpostasi publik ini juga diklaim lebih terjangkau. Menurut dia, asumsi tiket diperkirakan berada di kisaran Rp 6.000 - 8000 untuk sekali jalan.

"Jadi LRT jenis baru yang pakai magnet. Ditawarkannya dengan asumsi ongkos tetap murah Rp 6000 - 8000 sekali jalan," kata Emil.

Menurut Emil, proyek pembangunan LRT Koridor I tersebut akan dibayar oleh Pemkot Bandung dengan menggunakan sistem Public Private Partnership (PPP). Dengan menggunakan sistem tersebut, pembangunan akan menggunakan dana investor. Setelah itu pemkot Bandung akan mencicil kepada pihak investor dengan durasi selama 20 tahun.

"Jadi per tahun Pemkot Bandung bayar (cicilan). Sekarang masih dihitung," ujarnya menegaskan.

Tag Terkait