Pembangunan LRT Koridor I akan dibangun perusahaan Singapura

Oleh Farah Fuadona pada 02 Februari 2016, 17:40 WIB

Bandung.merdeka.com - Rencana pembangunan Light Railway Transit (LRT)  yang digagas Pemkot Bandung memasuki babak baru. Pembangunan koridor I yang melintang dari utara ke selatan sepanjang 10 kilometer, mulai dari Babakan Siliwangi hingga Terminal Leuwipanjang kemungkinan besar akan dikerjakan oleh perusahaan asal Singapura, Singapore Mass Rapid Transit (SMRT).

Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil seusai menggelar pertemuan dengan SMRT Singapura  di rumah dinas Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (2/2).

"Kemungkinan besar oleh SMRT karena gak ada lawan yang avalaible,"ujar Ridwan kepada Merdeka Bandung.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menargetkan pengumuman pemenang lelang LRT Koridor I dapat segera keluar pada Maret mendatang. Jika pemenang lelang sudah keluar, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan LRT Koridor I dapat segera dilakukan.

"Tadi saya menargetkan kalau bisa pengumuman resmi  pemenang lelang di bulan Maret. Setelah itu kita bisa groundbreaking. Nah groundbreking itu hanya nunggu izin trase dari Menteri Perhubungan yang akan dilakukan mulai  sekarang juga. Saya berharap sekian bulan dari Maret itu sudah bisa (groundbreaking)," kata Emil

Menurut Emil, adapun teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan LRT Koridor I ini yakni menggunakan teknologi Grup Rapid Transit. Teknologi ini diklaim lebih murah.

"Nama teknologinya grup rapid transit. Jadi LRT jenis baru  yang pake magnet.  Teknologi yang digunakan lebih murah. Ditawarkannya dengan asumsi ongkos tetap murah Rp 6 ribu-8 ribu sekali jalan," katanya.

Dia berharap pengerjaan pembangunan LRT koridor I dapat dapat berbarengan dengan pengerjaaan LRT koridor II (Gedebage - Cimindi) yang pengerjaannya dilakukan oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

"Yang koridor dua dikerjakan konsorsium yang mengconnect Gedebage sampai ke Bandung.  Koridor I juga sudah siap, sudah tinggal kerja. Semoga tahun ini bisa dibarengkan pengerjaannya," kata Emil.

Emil mengungkapkan proyek pembangunan LRT Koridor I memiliki nilai investasi  USD 260 juta. Proyek tersebut akan dibayar oleh Pemkot Bandung dengan menggunakan sistem Public Private Partnership (PPP) dengan mencicil selama 20 tahun.

"Invetasinya alhamdulillah murah USD 260 juta. Kalo pake monorail bisa USD 500 juta," pungkasnya.

Tag Terkait