Tolak reklamasi, seniman Bandung teatrikal di depan foto Bung Karno
Bandung.merdeka.com - Sejumlah seniman Bandung yang tergabung dalam Forum Solidaritas Anak Rakyat (Forsar) menggelar aksi solidaritas untuk warga Lombok Timur. Mereka menolak pasir di daerah tersebut dikeruk untuk kepentingan reklamasi Teluk Benoa Bali.
Aksi penolakan tersebut dilakukan lewat teatrikal tari topeng, barong dan pantomim di halaman Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Minggu (31/1). Dalam aksinya, seorang penari perempuan memakai topeng menari di sekitar poster bergambar Presiden Pertama RI, Soekarno.
Kemudian seniman pantomim melakukan adegan mencangkul dan menabur pasir. Lalu muncul penari lainnya yang memakai topeng warna hitam. Musik bernuansa Bali mengalun. Tak lama kemudian seorang penari dengan kostum barung muncul.
Barong tersebut mengganggu para penari lainnya. Seorang seniman pantomim yang berperan sebagai rakyat digulingkan dan ditimbun pasir.
Teatrikal tersebut dibawakan para seniman dari Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, yakni Galih Mahara, Tazkia Hariny, Angga Nugraha, Wanggi Hoediyanto, dan Gatot Gunawan.
Gatot mengungkapkan, aksinya sebagai bentuk protes terhadap rencana pertambangan pasir laut di Selat Alas Lombok Timur untuk keperluan reklamasi Teluk Banoa Bali. Rencana ini mengancam ekosistem laut dan kelangsungan hidup 16.437 kepala keluarga yang menyandarkan hidupnya dari melaut.
Sejarah mencatat, di tahun 1990an Bali pernah mengalami bencana akibat reklamasi Pulau Serangan. âMasyarakat Lombok tidak ingin peristiwa ini menimpa Pulau Lombok,â kata Gatot, kepada Merdeka Bandung.
Pihaknya, kata dia, juga mengecam aksi represif aparat terhadap aksi yang dilakukan 700 warga Lombok yang turun ke jalan untuk melakukan aksi menolak pernambangan pasir 27 Januari 2016.
Aksi itu memicu bentrokan yang menimbulkan sejumlah warga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. âKami menuntut pemerintah daerah untuk segera menghentikan rencana penambangan pasir di Lombok Timur,â katanya, di sela aksi bertema âBandung Spirit For Lombok.â
Pihaknya juga menuntut pengusutan tuntas terhadap oknum aparat yang memprovokasi warga dalam unjuk rasa 27 Januari 2016.
Tag Terkait
LPDP Lakukan Transplantasi Karang dan Pemberdayaan Masyarakat
Novo Nordisk Indonesia Menerapkan Pendekatan Holistik
Kepengurusan IESPA 2021-2026 Baru Siap Dorong Jutaan Gamers Jawa Barat
SimpleDesa dari SVN di KBB Beri Kemudahan Bagi Kepala Desa
Segudang Manfaat Elok Terasa di Desa Wisata Stone Garden
Tahun Ini, Sertifikasi Gratis TKDN dari Kemenprin Telah Lampaui Target
Jelang KTT G20 2022, Sebuah Dialog Digelar Guna Membangun Kolaborasi
384 Pembalap Ramaikan Teras Caf 1st Series di Lembang
Karier.mu dan Kartu Prakerja Bantu Asah Kompetensi Diri
Donatur Loyal Rumah Zakat Bisa Dapat Happiness Card, Ini Keuntungannya