Ridwan Kamil mengaku dibohongi sama anak buahnya

Oleh Muhammad Hasits pada 26 Januari 2016, 16:48 WIB

Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku kecewa dengan kinerja salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Bandung yakni PD Pasar Bermartabat. Dia mengungkapkan kinerja PD Pasar selama hampir 2,5 tahun di bawah pemerintahannya dianggap tidak mengalami perkembangan.

Salah satu kekecewaan terberat yang dirasakan Ridwan yakni terkait belum berjalannya revitalisasi Pasar Sarijadi. Padahal sebelumnya, acara seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) telah dilakukan pada tahun 2014 lalu. Sedianya Pasar Sarijadi akan direvitalisasi menjadi pasar tematik sayuran.

"Saya tuh kesel semua reformasi berjalan, tapi ada beberapa unit kerja yang tidak gerak sudah 2,5 tahun. Kan dulu saya teh groundbreking di Sarijadi. Sugan saya teh kan sudah beres kan ternyata kan belum (saya pikir sudah beres ternyata belum). Itu kan diboongin," ujar Ridwan kepada Merdeka Bandung, Selasa (26/1).

Ridwan mengungkapkan, selain belum berjalannya revitalisasi Pasar Sarijadi, sebenarnya banyak masalah yang membelit di PD Pasar. Namun dia tidak merinci terkait masalah yang dimaksud.  "Problemnya itu ga bisa satu satu dibahas. Problem PD Pasar teh banyak pisan.  Saya hitung ada lebih dari 12," katanya.

Bahkan saking kesalnya, pria yang akrab disapa Kamg Emil ini memplesetkan nama PD Pasar Bermartabat menjadi PD Pasar bermasalah. "Intinya PD Pasar bermasalah, bukan bermartabat," sebut Emil.

Emil mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja PD Pasar termasuk jajaran direksi. "Kan sedang saya review. Dari semua BUMD yang paling saya kecewa itu PD Pasar.  Jadi dalam waktu  dekat akan saya evaluasi  termasuk direksinya sudah saya tegur," pungkasnya.