'Manusia silver' mengaku sumbangkan uang hasil meminta ke anak yatim

Oleh Mohammad Taufik pada 24 Januari 2016, 19:42 WIB

Bandung.merdeka.com - Aktivitas 'manusia silver' dapat dengan mudah dijumpai di sejumlah perempatan jalan di Kota Bandung saat akhir pekan. Dengan modus membawa kotak kardus bertuliskan 'Peduli Anak Yatim' atau 'Peduli Yatim Piatu' mereka mendekati setiap pengendara di jalan raya, berharap sumbangan dari mereka.

Agus (35), manusia silver yang biasa beroperasi di Perempatan Pasteur-Pasirkaliki mengaku untuk hari-hari biasa, dia mampu meraup pendapatan sebesar Rp 25-30 ribu dalam satu hari. Sementara saat akhir pekan dirinya mampu meraup pendapata Rp 50-70 ribu.

"Kalau hari biasa kita biasa 'nyilver' dari jam 3 sampai jam 6 sore. Tapi kalau untuk hari-hari biasa itu sudah jarang. Kebanyakan dari kita biasa beroperasi Sabtu dan Minggu. Itu dari jam 12 siang sampai jam 6 sore," ujar Agus kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Jalan Pasteur, Minggu (24/01).

Agus mengatakan, sebagian dari hasil pendapatannya tersebut mereka sumbangkan untuk anak yatim piatu yang ada di Bandung. Di kawasan Pasteur sendiri kata dia, setidaknya ada 12 manusia silver yang biasa berkumpul.

"Untuk satu hari kami sisihkan Rp 5000 per orang untuk kami sumbangkan kepada anak yatim," kata Agus.

Menurut Agus, hal ini sekaligus untuk membantah anggapan sebagian masyarakat yang menilai bahwa tulisan "peduli anak yatim" yang ada dalam kotak kardus yang biasa mereka bawa sebagai penipuan.

"Jadi tidak benar bahwa anggapan sebagian masyarakat yang menyebut bahwa aktivitas kami itu penipuan. Sebagian pendapatan kami sumbangkan untuk anak yatim," ujarnya menegaskan.

Tag Terkait