Pemerintah butuh Rp 100 Miliar buat cetak teknopreneur

Oleh Farah Fuadona pada 08 Januari 2016, 15:55 WIB

Bandung.merdeka.com - Untuk bisa menghasilkan 1.000 teknopreneur pada 2020, tiap tahunnya pemerintah minimal harus bisa mencetak 200 teknopreneur dengan biaya sekitar R p80 miliar sampai Rp 100 miliar.
 
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, ongkos tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diraih dari startup yang dihasilkan pada 2020 nanti.

“Lima tahun 1.000 teknopreneur untuk mencapai 130 miliar Dollar 2020,” katanya, di ITB, Bandung, Jumat (8/1).

Mengenai anggaran, menurutnya bisa berasal dari pemerintah dan stakeholder. “Sumber dana bisa dari mana-mana, bisa dari pemerintah, sponsor dan yang merasa dapat benefit dari proses teknopreneur ini,” katanya.

Terlebih, kata dia, target 1.000 teknopreneur pada 2020 merupakan program bersama. Selain dana, pemerintah siap memberikan dukungan berupa kebijakan. “Pendanaan bisa dilakukan APBN karena ada beberapa space yang bisa didanai pemerintah,” katanya.

Ia menuturkan, pihaknya juga sudah bertemu dengan pihak Google terkait pengembangan startup di Indonesia. Google, kata dia, akan mengambil teknopreneur-teknopreneur Indonesia untuk belajar di Amerika Serikat.

Saat ini, Google sudah siap mengambil 30 teknopreneur Indonesia untuk dilatih di Amerika Serikat. Ia optimis tahun ini 200 teknopreneur angkatan pertama sudah bisa dihasilkan.

Tag Terkait