Indigo Creative Nation Tuntut Pesertanya Miliki 5 Kompetensi Kekinian

Oleh Endang Saputra pada 12 November 2020, 15:51 WIB

Bandung.merdeka.com - Direktur Digital Business PT Telkom, Fajrin Rasyid mengatakan, program Indigo Creative Nation PT Telkom menuntut pesertanya yang terdiri dari para StartUp untuk memiliki lima kompetensi kekinian. Tujuannya, untuk mencapai kesuksesan transformasi digital dari layanan miliknya.

Hal tersebut, lanjutnya, merujuk pada pengalaman dan pengamatannya di mana terdapat keahlian-keahlian teknologi yang sedang populer saat ini.

"Pandemi Covid-19 ternyata mempercepat digitalisasi berbagai sektor. Timbul pertanyaan, bagaimana kita sebagai individu dapat mempersiapkan banyak keahlian yang diperlukan agar tidak tertinggal dalam persaingan yang makin ketat ke depan," ujar Fajrin dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

Saat ini, Telkom sedang membuka proses pendaftaran Indigo Creative Nation bath 2 tahun 2020 yang dimulai sejak 1 Oktober hingga 13 November besok. Program akselerator startup yang sudah berusia tujuh tahun itu membidik startup untuk diinkubasi hingga pendanaan Rp2 miliar.

Adapun program batch 2 ini menyasar startup yang bergerak di bidang agrikultur, pendidikan, keuangan, logistik, serta perjalanan dan pariwisata. Startup yang beruntung ini nantinya akan dimonitoring dari para ahli dan dibuka peluang akses pasar kepada pelanggan Telkom Group, yaitu IndiHome, Telkomsel, maupun pelanggan korporasi serta UMKM.

Kata Fajrin, keahlian digital mutakhir itu ada lima yakni digital product manager, data scientist, mobile developer, UI atau UX Designer, dan quality assurance.

Digital Product Manager yakni keahlian terkait bagaimana mengelola tim yang terdiri atas beberapa keahlian seperti designer, developer, data scientist, dan lain-lain untuk mengembangkan produk atau aplikasi digital.

"Seorang product manager harus mampu mengembangkan aplikasi agar sesuai kebutuhan pengguna, menentukan dan mengejar kriteria kesuksesan aplikasi, serta menyusun roadmap. Mereka juga harus memastikan pengembangan aplikasi sesuai roadmap tersebut," jelas dia.

Data Scientist adalah keahlian terkait bagaimana mengolah data untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan sebuah bisnis atau organisasi, mengapa hal tersebut terjadi, memprediksi apa yang akan terjadi, serta memberikan rekomendasi apa yang sebaiknya dilakukan.

Mobile Developer adalah keahlian mengembangkan aplikasi berbasis Android ataupun iOS, yang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, hampir seluruh aktivitas digital khususnya yang terkait dengan individu atau masyarakat terjadi melalui smartphone.

"UI atau UX Designer adalah meriset kebutuhan pelanggan, mempelajari bagaimana pelanggan berinteraksi dengan aplikasi, serta memperbaiki antarmuka aplikasi agar semakin disukai pelanggan. Sementara quality assurance adalah skill yang memastikan aplikasi yang dikembangkan sesuai scope yang telah didefinisikan, bebas bug dan error, serta aman dari sisi security dan aspek lainnya yang telah ditentukan," terang Fajrin.

Menurut dia, sebenarnya masih banyak lagi komptensi teknologi lain yang juga dibutuhkan di luar daftar di atas. Selain itu, perkembangan teknologi yang sangat cepat menyebabkan sangat mungkin skills ini berubah pula.

"Oleh karena itu, skill yang justru paling penting menurut saya adalah growth mindset yakni kemampuan dapat dan mau belajar dengan cepat terkait keahlian atau hal baru yang dibutuhkan di masa yang akan datang. Jangan cepat puas dengan keahlian yang kita miliki saat ini, dan khususnya peserta Indigo agar kita terus meningkatkan kemampuan agar kita dapat bersama berbicara di kancah nasional bahkan global," pungkasnya.