Tawarkan nuansa resort, apartemen di Kemang ini implementasikan desain batik kawung

Oleh Endang Saputra pada 18 September 2018, 14:46 WIB

Bandung.merdeka.com - Menawarkan nuansa resort di tengah kota Jakarta, Synthesis Residence Kemang mengimplementasikan sentuhan batik kawung dan rumah joglo untuk setiap sisi pada area gedung. Konsep yang diangkat pun cukup menarik, yakni bertema ‘Javanese Etnic’.

Sales Manager Synthesis Residence Kemang, David Suryadisastra mengatakan, diangkatnya batik kawung ini karena desainnya yang begitu apik dan kental unsur Jawa. Pihaknya berupaya untuk menghadirkan konsep Indonesia yang terasa begitu indah.

“Kami hadirkan Joglo juga agar terasa lebih kental unsur Jawa. Meski begitu, apartemen kami juga padukan unsur modern dan etnik yang berbeda dengan apartemen lain disekitarnya," ujar David kepada Merdeka Bandung di Ibis Bandung Hotel Trans Studio, Senin (17/9).

Tema arsitektur yang dipilih di Synthesis Residence Kemang sebagai apartemen strata title yang berada atas lahan seluas dua hektar (ha) dengan total hunian 1.188 unit ini mengangkat konsep Javanese Etnic. Pilihan tersebut, didasarkan pada perkembangan dunia arsitektur dalam 10 tahun terakhir yang memang lebih mengedepankan unsur lokal.

"Kami pun membawa Synthesis Residence Kemang mampu berkontribusi terhadap lingkungan. Hal itu coba diwujudkan dalam penerapan trotoar yang luas, pemanfaatan lahan untuk ruang terbuka hijau, hingga open space yang bisa dimanfaatkan oleh penghuni maupun masyarakat sekitar," jelasnya.

Dengan segala keunggulan konsep yang dimilikinya, keberadaan Synthesis Residence Kemang kini mencuri perhatian konsumen, khususnya dalam segmen hunian apartemen high-end di pusat Jakarta.

Berbicara hunian di pusat bisnis Jakarta, tak terlepas dari kesibukan bisnis masyarakat baik yang berada didalam kota Jakarta sendiri maupun yang berasal dari luar kota Jakarta seperti Bandung. Bisnis atau pekerjaan yang mengharuskan warga Bandung untuk terus kembali ke Jakarta ditambah kondisi lalu lintas yang padat, menimbulkan kelelahan yang bisa mengurangi efektivitas kehidupan.

Sementara saat ini dengan kesibukan mobilitas masyarakat di Jakarta maupun Bandung, gaya modern lahir di masyarakat karena tuntutan hidup yang serba praktis dan canggih. Konsep hunian yang dilengkapi sarana penunjang modern dapat menjadi pilihan bagi mereka yang banyak beraktivitas di kota besar seperti Jakarta.

Model hunian serba praktis ini terbilang relevan untuk pekerja aktif yang memiliki mobilitas tinggi. Namun, terkadang suasana hunian bergaya modern memang umumnya terkesan ‘dingin’ dan tak ber-’jiwa’ akibat desain dan bahan yang lebih banyak menitikberatkan pada fungsi dan efisiensi. Namun untuk menghilangkan kesan ‘dingin’ dan tak ber’jiwa’, Synthesis Residence Kemang membawakan konsep celebrating peace.

Untuk mencapai suasana yang memiliki unsur ketenangan tersebut konsep heritage Indonesia yang mengimplementasi sentuhan batik kawung dan rumah joglo diusung oleh Synthesis Residence Kemang.

"Hal ini mendorong kami betul-betul ingin menciptakan rasa tenang dan nyaman untuk penghuni Synthesis Residence Kemang agar penghuni bisa me-recharge energi saat beristirahat di Synthesis Residence Kemang setelah mobilitas yang tinggi," jelas David.

Segmen masyarakat Bandung yang memiliki mobilitas tinggi ke pusat kota Jakarta ini yang diharapkan bisa mulai memiliki hunian yang dekat dengan pintu tol, berada di tengah kota dan memberikan kenyamanan bagi fisik dan mental penghuninya.

Synthesis Residence Kemang diharapkan bukan hanya strategis tetapi juga memberikan jawaban dari keraguan masyarakat Bandung untuk bisa tetap mendapatkan suasana nyaman ‘kembali ke kampung halaman’ layaknya hunian di Bandung. Hunian apartemen harus praktis, namun harus tetap pula nyaman meskipun di tengah sesaknya kota.

Tag Terkait