Pemkot Bandung tambah jumlah puskesmas PONED

Oleh Endang Saputra pada 24 Agustus 2018, 15:14 WIB

Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung terus meningkatkan layanan kesehatan untuk warganya. Salah satunya dengan meningkatkan pelayanan di Puskesmas menjadi setara rumah sakit.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Bandung yakni dengan terus menambah jumlah puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Emergency Dasar). Dengan adanya puskesmas PONED ini mampu memberikan pelayanan untuk menangani kegawatdaruratan dalam proses persalinan selama 24 jam.

Salah satu lokasi pembangunan puskesmas PONED yakni Puskesmas Sukarasa yang berada di Kecamatan Sukasari. Dengan anggaran Rp 3,7 miliar dari APBD, puskesmas ini akan dibangun denga pelayanan setara rumah sakit.

"Jadi hari ini kita memulai pencanangan puskesmas kategori PONED. Jadi sekarang warga di Sukasari bisa melahirkan tidak usah ke rumah sakit cukup di puskesmas," ujar pria yang akrab disapa Emil saat melakukan groundbreaking pembangunan Puskesmas Sukarasa di Kecamatan Sukasari, Jumat (24/8).

Emil mengatakan, saat ini Kota Bandung telah telah memiliki 6 puskesmas PONED. Dengan adanya pembangunan ini, dapat menambah jumlah puskesmas PONED di Kota Bandung.

Menurut Emil, di Puskesmas PONED ini akan dilengkapi dengan bidan dan dokter spesialis untuk menangani pasien melahirkan yang membutuhkan pemanganan medis gawat darurat.

"Mudah-mudahan ini memperkuat kesehatan warga Bandung yang alhamdulillah angka harapan hidupnya sudah 73,8 tahun. Jadi makin tinggi kualitas pelayanan kesehatan umur panjangnya makin jauh, alhamdulillah," katanya.

Emil menargetkan puskesmas PONED ini dapat hadir di setiap kelurahan di Bandung. Hal ini agar pelayanan kesehatan dapat tersebar merata di kewilayanan

"Target idealnya sih di zaman Pak Oded bisa meneruskan mimpin satu kelurahan satu kelurahan satu puskesmas. Harus ada (di setiap kelurahan), karena memang konsepnya Bandung juara kan desentralisasi. Jadi orang bisa melahirkan di mana aja. Pokoknya mah enggak harus semua ke rumah sakit. Bahwa di puskesmas oge bisa 'brojol' dengan nyaman," katanya.