Tim GEA ITB raih juara satu ajang Geoscience Industrial Week 2018 di Malaysia

Oleh Mohammad Taufik pada 01 Mei 2018, 15:29 WIB

Bandung.merdeka.com - Torehan prestasi kembali diraih oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim GEA dari mahasiswa Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB berhasil meraih juara pertama di ajang Geoquiz Competition yang diselenggarakan di Malaysia pada tanggal 16 April 2018 lalu.

Kasubdit Humas dan Publikasi ITB Fivien Nur Savitri, mengatakan, mahasiswa ITB yang masuk finalis di Geoquiz Competition ini ada 6 orang, yaitu Alfath Salvano, Aditya Rizki R, Aditya Yuda, Berliana Yuniar, Hamzah Zamzani, dan Dimas Adi H. Namun yang berhasil meraih juara satu ada tiga orang.

"Mereka yang berhasil meraih juara satu adalah Alfath, Rizki, dan Yuda," ujar Fivien dalam rilis yang diterima Merdeka Bandung, Selasa (1/5).

Ketiga orang mahasiswa ITB tersebut memenangkan juara satu setelah berhasil menyisihkan tim mahasiswa dari UGM (Universitas Gajah Mada). Kejuaraan yang diikuti oleh berbagai tim mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia ini berlangsung di kota Kuala Lumpur, Malaysia. Para peserta diuji kemampuannya dalam penguasaan bidang ilmu kebumian dan aplikasi terapannya.

Tahun ini merupakan yang kesekian kalinya tim mahasiswa Geologi ITB mengikuti ajang Geoscience Industrial Week (GIW) 2018 yang diselenggarakan oleh Departemen Geologi Universiti Malaya, Malaysia.

Ajang tersebut dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama di pagi hari dan sesi kedua di sore hari. Sebanyak 45 pertanyaan harus dihadapi para peserta pada sesi pertama sebelum menghadapi 60 pertanyaan berikutnya pada sesi kedua sebelum dinyatakan sebagai juara GIW 2018.

Salah seorang peserta, Rizki mengatakan bahwa mereka hanya memiliki waktu 2 minggu sejak dinyatakan lolos hingga hari perlombaan. Minggu pertama mereka gunakan untuk mengurus segala keperluan administrasi, baru setelah itu mereka mulai fokus membaca dan mempelajari materi-materi untuk kompetisi. Rizki mengungkapkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi kompetisi ini.

"Kami bagi-bagi jobdesc. Kita bidang dan minatnya di mana lalu itu yang kita perdalam. Lalu, kita pakai strategi dan percaya sama teman sendiri," katanya.

Berhasil menjadi juara pertama bukan berarti mereka tidak menemui kendala sama sekali. Cakupan pertanyaan yang luas selama kompetisi menjadi kesulitan tersendiri. Pertanyaan mengenai geoscience dianggap sebagai yang paling sulit karena cakupannya yang luas,

"Yang sulit bagi kami adalah ketika yang keluar itu bukan pertanyaan geologi tapi pertanyaan tentang perminyakan dan pertambangan," ucapnya.

Meskipun ia mengaku tidak mudah meraih juara satu di Geoquiz Competition namun ia merasa semua itu tak lepas dari doa kedua orang tua dan bimbingan dosen mereka, Alfend Rudyawan, S.T, M.T., Ph.D. Rizki dan teman-teman satu timnya merasa bersyukur dengan kemenangan ini.

"Senang bisa bawa nama Indonesia. Kan ini cita-cita setiap orang bisa membawa nama negara di tingkat internasional," ujarnya.

Tag Terkait