Mahasiswa USB YPKP diajak pahami tentang keuangan syariah

Oleh Endang Saputra pada 19 April 2018, 14:48 WIB

Bandung.merdeka.com - Mahasiswa Universitas Sangga Buana (USB) YPKP diajak untuk lebih mengenal perihal keuangan syariah. Dalam proses pengenalan tersebut, pihak kampus menggandeng pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perwakilan dar OJK kantor regional 2 Jabar, Novianto Utomo mengatakan, Indonesia dilihat dari sisi besar peta keuangan syariah dunia berada pada posisi ke tujuh sebagai negara memiliki keuangan syariah terbesar.

"Posisinya ada di nomor tujuh, nomor satunya diduduki oleh negara Iran, lalu Saudi Arabia, Malaysia, Emirates, Kuwait, dan Bahrain. Lalu Indonesia dan disusul oleh Iran, Turki, dan Bangladesh," ujar Novianto kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara seminar ekonomi 'Ekonomi Syariah Untuk Kedaulatan Bangsa', Kamis (19/4).

Menuturkan soal potensi keuangan syariah, Novianto menuturkan, hingga saat ini keuangan syariah telah memiliki fatwa dari MUI mengenai bunga bank. Dengan begitu masyarakat tidak perlu khawatr perihal riba.

"Sekarang juga pemerintah telah serius dalam pengembangan ekonomi syariah, jadi tentu saja potensi pengembangannya begitu besar," tuturnya.

Sementara itu, Rektor USB YPKP, Asep Effendi menuturkan, pihaknya menganggap bahwa ilmu mengenai keuangan syariah ini perlu diketahui oleh para mahasiswa.

"Sekarang keuangan syariah sudah sangat berkembang pesat. Makanya para mahasiswa perlu mengetahui perihal perekonomian syariah untuk kedaulatan bangsa," katanya.

Tag Terkait