Dosen Telkom University temukan metode penghemat biaya listrik

Oleh Endang Saputra pada 04 April 2018, 10:59 WIB

Bandung.merdeka.com - Jangkung Raharjo yang saat ini merupakan Dosen di Telkom University menemukan sebuah metode yang dapat menghemat biaya listrik. Metode tersebut adalah Coarse to Fine Search (CFS) yang disinyalir mampu menanganai permasalahan penghematan biaya listrik atau Economic Dispatch (ED).

"Metode optimasi itu secara umum dibedakan menjadi dua hal yang pertama itu metode numerik dan yang kedua adalah metode artifisial," ujar Jangkung dari siaran pers yang diterima Merdeka Bandung, Selasa (3/4).

Temuan ini diperolehnya pada saat studi Program Doktor, dari hasil presentasinya Jangkung menjelaskan masalah penghematan biaya listrik bergantung pada jumlah pembangkit yang dilibatkan. Hal itu berdampak pada optimalisasi biaya yang rumit pada skala besar.

"Diluar dua metode itu saya melihat ada metode lain yang masih bisa di kembangkan. Disebut Coarse To Fine Search. Selama ini metode ini digunakan pada pergerakan sinyal video dan hanya terbatas pada tiga dimensi. Saya kembangkan supaya bisa diterapkan pada multi dimensi. Kita terapkan tidak hanya pada pengolahan sinyal video tetapi pada pembangkit listrik," kata dia.

Jangkung yang dulu sempat mengambil jurusan Magister Telekomunikasi, menyatakan bahwa ada similaritas antara variable pengolahan video dan variable dalam ED. Menurutnya metode ini dapat membantu mengurangi kompleksitas sistem pembangkit dan mempercepat waktu komputasi.

Metode ini memberikan jaminan konvergensi, artinya dia bisa sampai pada titik yang dituju (terendah jika memang tujuan kita mencari biaya yang terendah). Karena metode ini bisa untuk multi dimensi, maka Jangkung memberinya nama Multi Dimension Coarse To Fine Search.

Jangkung menjelaskan beberapa keunggulan dari metodenya ini, metode ini beliau kembangkan dari yang sebelumnya maksimum tiga dimensi, menjadi berbagai dimensi serta dapat diterapkan pada fungsi objektif atau fungsi matematik yang dapat diturunkan maupun yang tidak dapat diturunkan, ketiga metode ini memberikan jaminan konvergensi. Hal ini sebagai perbaikan metode yang sudah ada.

Pengujian sistem telah dilakukan pada tegangan 500 kilovolt (kV). Pengujian yang ditanamkan pada sistem tenaga Jawa-Bali ini menghasilkan sebuah fakta bahwa metode yang ditemukan Jangkung yaitu CFS sedikit banyak membantu permasalahan ED.

"Pertama saya uji untuk delapan pembangkit, delapan dimensi. Kita uji untuk sistem Jawa-Bali, hasilnya bagus. Di uji lagi dengan 47 pembangkit, hasilnya ternyata bagus juga," ungkapnya.

Hasilnya berdasarkan yang diungkapkan Jangkung, metode ini mampu menghemat biaya pembangkit listrik hingga Rp 2,2 miliar per jam.

"Selama ini biaya pembangkitan listrik di Jawa-Bali mencapai diatas 8,4 miliar per jam. Sedangkan dengan metode ini, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 6,2 miliar per jam. Terjadi penghematan 2,2 miliar per jam. Yang jadi persoalan adalah bagaimana metode ini dapat kita aplikasikan kepada satu perangkat. Ini yang kita sedang tindak lanjuti," katanya.