Kemenpar targetkan 17 juta wisman, SDM masih jadi kendala

Oleh Endang Saputra pada 12 Maret 2018, 13:59 WIB

Bandung.merdeka.com - Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Rizky Handayani Mustafa mengatakan, tahun 2018 ditargetkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) bisa berkunjung ke Indonesia.

Namun, tingginya target tersebut rupanya masih terkendala perihal Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup kompleks harus dikelola dengan baik agar target tersebut bisa tercapai.

"Ditargetkan sampai akhir tahun 17 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Namun, sumber daya manusia ini yang harus dipersiapkan dengan matang. Soalnya, menjadi sebuah tantangan tersendiri menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pariwisata," ujar Rizky kepada Merdeka Bandung, Senin (14/3).

Kata Rizky, tantangan terbesar adalah masyarakat perihal kesiapan akan perkembangan pariwisata ini. Kesiapan masyarakat pada destinasi pariwisata yang kini tengah dikembangkan oleh pihak pemerintah. Kesiapan tersebut contoh kecilnya adalah keterbukaan masyarakat sekitar pada wisatawan yang berkunjung ke sebuah destinasi.

"Ada tiga unsur yang dikembangkan dalam pariwisata yaitu aksesibilitas yaitu bagaimana menuju ke destinasi, amenitas yang tersedia melingkupi sarana prasarana dan pelayanannya, dan atraksi pariwisata serta siapa yang memberikan atraksi tersebut," jelasnya.

Perihal aksesibilitas dan amenitas, lanjutnya, bisa didorong secara fisik seperti pembangunan hotel atau penyediaan jasa perjalanan bagi para wisatawan.

"Sumber daya manusia ini harus didukung untuk menjadi host, jangan hanya menjadi penonton. Tantangannya adalah bagaimana membangun sumber daya manusia yang memang siap menerima wisatawan mancanegara dari manapun itu," paparnya.

Perihal destinasi wisata yang dikembangkan saat ini, sebenarnya setiap pulau memiliki destinasi yang tengah dikembangkan. Seperti Jawa Barat yang tengah menggenjot Geopark Ciletuh untuk dijual pada wisatawan nusantara.