Emil titip Bandung kepada Pjs Wali Kota Solihin awasi kinerja ASN

Oleh Endang Saputra pada 15 Februari 2018, 09:28 WIB

Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan mulai menjalani cuti kampanye per tanggal 15 Februari. Pria yang akrab disapa Emil ini telah ditetapkan sebagai cagub untuk berlaga di Pilgub Jabar 2018.

Untuk mengisi kekosongan, jabatan Wali Kota Bandung sementara waktu akan dipegang oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Muhamad Solihin bersama enam pejabat lainnya telah dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (14/2).

Penjabat sementara (Pjs) ini diberlakukan karena Kota Bandung akan mengalami kekosongan pimpinan selama hampir 5 bulan, mulai 15 Februari sampai 23 Juni 2018. Sebagaimana diketahui, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial akan mengikuti Pilkada Serentak 2018.

Pada masa kampanye, Ridwan dan Oded akan melaksanakan cuti di luar tanggungan negara. Oleh karena itu, posisi pimpinan daerah akan dijabat oleh Solihin, sebagaimana yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo atas usulan dari Gubernur Jawa Barat.

Emil, mempercayakan sepenuhnya Kota Bandung di tangan Solihin. Ia yakin, pejabat provinsi adalah orang yang sudah sangat berpengalaman dalam mengatasi persoalan pemerintahan daerah.

"Keyakinan saya karena Kota Bandung ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk tidak terpengaruh pada figur. Dari sistem kerja, dari sistem apapun. Jadi saya tidak khawatir," ujar Emil.

Dia pun menitipkan pesan kepada Solihin untuk memonitor aparaturnya agar bekerja profesional dan berintegritas. Jangan sampai inovasi yang sudah dibangun menjadi mundur karena kelalaian aparatur.

Emil juga menyampaikan bahwa tidak terlalu banyak tugas besar yang menjadi pekerjaan rumah penjabat wali kota. Sebab, perencanaan kerja sudah rampung dikerjakan. Penjabat wali kota hanya perlu mengawasi kinerja ASN yang akan melaksanakan program-program pemerintah.

"Titipan saya ke wali kota baru mah monitor proses perencanaan yang sudah baik. Agar proses belanja anggaran perencanaan menjadi jadi lebih cepat," katanya.

Â