Lembaga riset veritas sebut pemerintahan Ridwan Kamil dinilai gagal

Oleh Endang Saputra pada 08 Februari 2018, 15:16 WIB

Bandung.merdeka.com - Lembaga Riset Veritas merilis hasil survei laporan kinerja Pemkot Bandung selama periode 2013-2018. Hasilnya, Pemkot Bandung dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil dinilai gagal mengatasi permasalahan utama Kota Bandung.

Survei ini diperoleh dari 320 responden yang mewakili populasi rumah tangga yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung. Veritas menggunakan metode stratified systematic random sampling (cuplikan acak sistematis terstrata) dan multistage random sampling (cuplikan acak bertingkat). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang dilakukan petugas terlatih dan didampingi kuisioner terstruktur. Margin of eror 5,48 persen.

Direktur Lembaga Survei Veritas, Syahid Irfan Mubarok mengatakan, pemerintahan Ridwan kamil dinilai gagal karena terjadi ketidaksinkronan antara apa yang diharapkan mayoritas warga Bandung dengan apa yang dikerjakan pemkot Bandung. Utamanya untuk permasalahan yang diinginkan masyarakat belum teratasi.

"Walaupun agak berat mengatakan ini tetapi ini fakta di lapangan. Kenapa? Karena tidak sinkron apa yang diharapkan masyarakat dan apa yang dikerjakan Pemkot Bandung. Jadi keinginan publik tidak didengarkan. Yang dilakukan bukan prioritas yang diinginkan," ujar Syahid kepada awak media di Hotel Mitra, Jalan Supratman, Kota Bandung, Kamis (8/2).

Menurut dia, dari hasil survei yang dilakukan ada tiga permasalahan utama yang justru belum tertangani menurut masyarakat yakni ekonomi, kemacetan dan banjir.

Untuk masalah ekonomi, kata Syahid masyarakat mengaku sulit mendapatkan pekerjaan. Selain itu juga daya beli dan pendapatan yang tidak mengalami kemajuan signifikan.

"Kami bertanya, dibanding 5 tahun lalu periode Pak Dada Rosada, mayoritas pendapatan menurun 43,13 persen.
Jadi bisa disimpulkan mayoritas warga bandung tidak mengalami kemajuan secara ekonomi. Kemudian dibanding 5 tahun lalu apa tabungan meningkat tetap atau turun. Mayoritas tetap dan tidak menabung," katanya.

Sementara untuk masalah kemacetan lanjut Syahid, sebanyak 89 persen warga Bandung menilai kemacetan di Bandung semakin parah. Selain itu 62 persen masyarakat berpendapat bahwa masalah banjir belum teratasi selama lima tahun ini.

"Sebanyak 89 persen bilang kemacetan tidak teratasi. Ini bukan pendapat kami tetapi masyarakat yang merasakan di jalanan. Begitu juga masalah banjir. Sebanyak 62 persen itu masyarakat bependapat bahwa masalah banjir belum teratasi," katanya.

Namun demikian Syahid mengungkapkan bahwa banyak pula hal positif yang telah dilakukan pemerintaha Ridwan Kamil. Namun kebanyakan berupa pembangunan fisik seperti taman, dan sejumlah infrastruktur.

"Jadi alasan kami mengatakan Ridwan Kamil gagal, dia jalannya pembangunan fisik, indeks kebahagiaan. Tetapi yang diharapkan masyarakat bukan itu, seperti masalah ekonomi kemacetan dan banjir," ucapnya.

Untuk itu, dia memberikan rekomendasi kepada pemimpin Kota Bandung selanjutnya untuk fokus pada tiga hal tersebut. Sehingga kemajuan bukan hanya sekadar fisik namun juga kepada masyarakat.

"Ridwan Kamil ini kan selebgram, artis banyak followersnya.  Nah kebapa sih Ridwan Kamil ini sebetulnya menurut kami gagal tapi mencitrakan sukses. Ini namanya politik gincu, citranya baik tapi masalahnya tidak terselsaikan," pungkasnya.