Telkom University juara dalam kompetisi teknologi kesehatan dunia

Oleh Mohammad Taufik pada 24 Agustus 2017, 12:38 WIB

Bandung.merdeka.com - Telkom University sabet juara di Kompetisi Teknologi Kesehatan Dunia Bandung, Telkom University, (23/8/17). Torehan prestasi kolaboratif antara Peneliti dan Mahsiswa Telkom University terus bertambah.

Dari siaran berita yang diterima Merdeka Bandung, baru saja dalam gelaran Telemedicine Converence 2017 bertajuk Telemedicine Innovation Challenge (TIC), di Monash University Malaysia.

TIC dimaksudkan untuk memberikan platform bagi para inovator baik dari kalangan industri maupun perguruan tinggi untuk mendemokan inovasi mereka dalam bidang kesehatan. Kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga dengan peserta dari beberapa negara di ASEAN.

Telkom University, dengan mentor Dr. Satria Mandala, berhasil masuk final pada event tersebut melalui dua tim, yaitu KnocKnock dan Rhythm. Tim KnocKnock dipimpin oleh Januar Triandy Nur Elsan, dengan anggota Muhammad Hilmy An Nabhany, Asya Leztizia, Agung Cahya Ilhami, Qhansa Di'Ayu Putri Bayu, Mochamad Agusta Naofal Hakim, dan Faisal Rahman menampilkan 'To-Do Diet'.

Tim Rhythm dikomandani Ihda Husnayain dengan anggota Bayu Rizky Ramadhan, Fiona Ramadhani Senduk, Abdul Rahman Safari dan Dani Agung Prastiyo membawa prototipe 'PVC's monitoring and detection system' pada event tersebut. Kedua tim tersebut merupakan mahasiswa lintas Fakultas, Informatika dan Industri Kreatif.

Tim KnocKnock membuat project 'To-Do Diet', Sistem berbasis kinect untuk terapi obesitas yang memiliki tujuan memonitoring pasien dan memotivasi pasien untuk melakukan terapi diet obesitas.

Tim Rhythm membuat project 'PVC's monitoring and detection system', yaitu sistem untuk memonitoring dan mendeteksi kelainan ritme denyut jantung jenis PVC/ Premature ventricular contractions. PVC merupakan salah satu jenis aritmia yang dapat menyebabkan kematian mendadak jika dibiarkan.

Acara final TIC tersebut berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 15-17 Agustus 2017 dan tiap tim diwajibkan membuat video satu menit dan membuat poster untuk prototipe yang mereka bawa. Selama kompetisi tiap-tiap tim diharuskan untuk membuka booth stand untuk mempromosikan dan memamerkan prototipe yang telah dibuat oleh tim finalis.

Setiap hari dewan juri akan datang untuk menilai performance tiap-tiap tim, baik dari segi teknis, rencana bisnis ke depan dan juga tanggapan pengunjung terhadap prototipe yang kita bawa. Rangkaian puncak penilaian adalah Pitching tentang prototipe diatas panggung selama lima menit.

Di sini sekali lagi para judges (6 hingga 10 judges dari berbagai negara) akan menguji tim di hadapan seluruh audience TIC 2017. Beberapa pengunjung dari industri, seperti NFC Labs, menawarkan kerjasama serta investasi untuk prototipe.

Kedua tim tersebut juga mendapatkan apresiasi sebagai tim dengan pitching terbaik dari pengunjung. Pada sesi awarding tanggal 17 Agustus 2017, Tim KnocKnock Telkom University meraih Juara 1 dalam kategori 'Most Innovative e-Health Solution'. "Kami mendedikasikan juara ini sebagai hadiah untuk kemerdekaan republik Indonesia," kata Dr. Satria Mandala.

Sementara itu, dihubungi terpisah Rektor Telkom University Profesor Mochamad Ashari menyampaikan apresiasinya. "Kami berharap capaian ini sebagai motivasi bagi kami, untuk terus menorehkan prestasi di kancah Internasional, terlebih Universitas kami memang konsentrasi ke arah sana (toward world university)," ujarnya.

Tag Terkait