Dishub Kota Bandung imbau supir bus tidak nyalakan klason 'telolet'
Ilustrasi bus
Bandung.merdeka.com - Fenomena 'om telolet om' mendadak menjadi viral di media sosial beberapa hari terakhir. Fenomena ini hampir menjalar ke seluruh daerah, termasuk Kota Bandung.
Namun demikian, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi mengimbau kepada para sopir bus untuk tidak menyalakan klakson 'telolet'. Sebab penggunaan klakson telolet dinilai mengganggu.
"Untuk perkotaan kami harapkan tiadk menggunakan klakson telolet. Terlalu bising," ujar Didi saat dihubungi Merdeka Bandung, Kamis (22/12).
Didi membandingkan di negara yang peradaban lalu lintasnya sudah tinggi, penggunaan klaskon sudah sangat jarang. "Karena di negara yang peradaban berlalu lintasnya sudah tinggi, membunyikan klakson berarti marah. Maka di negara-negara tersebut sangan jarang terdengar bunyi klakson," katanya.
Terlebih lagi lanjut Didi, kerumunan warga di pinggir jalan yang sengaja meminta para sopir bus untuk membunyikan klakson 'telolet' dinilai sangat membahayakan keselamatan warga.
"Itu kan tren sesaat seperti batu akik. Jadi jangan buat kebisingan bila memang tidak diperlukan. Gunakan kebebasan yang tidak mengganggu privasi orang lain," kata Didi.
Seperti diketahui, kalimat 'om telolet om' mendadak menggemparkan dan menjadi viral di media sosial beberapa hari terakhir. Kalimat ini muncul dari aksi anak-anak yang tinggal di Jalur Pantura atau tinggal di daerah yang sering dilewati bus-bus besar. Saat bus melewati mereka, anak-anak itu meminta sopir menekan dan membunyikan klakson yang bunyinya memang mirip 'telolet'.
Fenomena 'Om Telolet Om' tak hanya sekedar menjadi perbincangan masyarakat di tanah air. Bahkan, selebritis dunia dibuat penasaran. DJ Snake, Oliver Heldens, Hardwell, Marshmello, Zedd hingga Martin Garrix ramai-ramai berkicau 'om telolet om'.
Tag Terkait
LPDP Lakukan Transplantasi Karang dan Pemberdayaan Masyarakat
Novo Nordisk Indonesia Menerapkan Pendekatan Holistik
Kepengurusan IESPA 2021-2026 Baru Siap Dorong Jutaan Gamers Jawa Barat
SimpleDesa dari SVN di KBB Beri Kemudahan Bagi Kepala Desa
Segudang Manfaat Elok Terasa di Desa Wisata Stone Garden
Tahun Ini, Sertifikasi Gratis TKDN dari Kemenprin Telah Lampaui Target
Jelang KTT G20 2022, Sebuah Dialog Digelar Guna Membangun Kolaborasi
384 Pembalap Ramaikan Teras Caf 1st Series di Lembang
Karier.mu dan Kartu Prakerja Bantu Asah Kompetensi Diri
Donatur Loyal Rumah Zakat Bisa Dapat Happiness Card, Ini Keuntungannya