Ternyata penyebab kanker bisa muncul ketika dalam perjalanan

Oleh Farah Fuadona pada 14 Desember 2015, 10:33 WIB

Bandung.merdeka.com - Kehidupan modern memiliki sisi buruk bagi kesehatan. Polusi, radiasi, makanan berbahan pewarna dan pengawet tanpa disadari membentuk zat radikal bebas dalam tubuh. Jika pertahanan tubuh lemah, zat radikal bebas bisa memicu terjadinya sel kanker.

Menurut Spesialis bedah onkologi RS. Al-Ihsan, dr. Yusuf Heriady, kanker merupakan salah satu jenis tumor. Tumor pun terbagi dua jenis, yakni tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak merupakan benjolan di tubuh yang sel-selnya tidak merusak atau menyebar ke mana-mana.

Sedangkan tumor ganas memiliki pertumbuhan yang cepat dan merusak jaringan sekitar tubuh karena menyebar ke mana-mana. Tumor ganas inilah yang disebut kanker. “Dengan segala macam sifatnya kanker merusak setiap organ tubuh,” kata Yusuf yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Unisba.

Secara garis besar kanker disebabkan dua faktor, yakni genetik dan non-genetik. Faktor genetik adalah faktor yang diturunkan. “Kalau ibu atau bapaknya kanker secara genetik ia menurunkan kelainan gen kepada anaknya. Suatu saat nanti si anak bisa kanker karena benihnya sudah ada,” katanya..

Namun penyebab kanker karena faktor turunan hanya 5-10 persen saja. Sedangkan 90 persen berasal dari faktor non-genetik. Penyebabnya ada yang berasal dari lingkungan tubuh sendiri (internal) maupun dari lingkungan(eksternal).
 
Faktor internal misalnya pengaruh hormon estrogen pada wanita. Hormon ini bisa menjadi penyebab kanker payudara atau kanker rahim. Adapun faktor eksternal terdiri dari tiga garis besar, yaitu kimia, fisika dan biologi.

Faktor fisika misalnya terjadi akibat sinar ultraviolet (UV) matahari. Bagi seseorang yang rentan terhadap sinar UV dapat menimbulkan kanker kulit. Faktor fisika mirip dengan faktor kimia, misalnya paparan radiasi akibat bom atom atau nuklir yang menimbulkan kanker tiroid, kanker darah, lipomaligna dan lainnya.

“Nah yang kimia ini banyak sekali sumbernya. Kita sekarang hidup di alam yang penuh racun, polusi, timbal, makanan dengan zat pewarna dan pengawet, belum lagi paparan asap rokok,” katanya.

Semua polutan itu, lanjut dia, jika berada di dalam tubuh akan memengaruhi metabolisme. “Nantinya mengeluarkan zat radikal bebas yang merusak inti sel yang menyebabkan mutasi sel jadi kanker,” jelasnya.

Ia menambahkan, paparan polusi bisa didapat di mana saja. “Bisa saja selama di perjalanan berangkat kerja misalnya, kita kan menghirup polusi,” katanya.

Sedangkan faktor biologi, sambung dia, misalnya disebabkan virus. Contohnya kanker leher rahim yang disebabkan virus human papiloma virus. Virus ini merusak DNA sehingga menjadikan mutasi sel menjadi sel kanker.

Tag Terkait