Peneliti Telkom University raih anugerah ikon prestasi Indonesia

Oleh Farah Fuadona pada 22 Agustus 2017, 13:24 WIB

Bandung.merdeka.com - Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menggelar festival prestasi Indonesia, tidak kurang 72 nama terjaring sebagai penerima anugerah dari lintas sektor di seluruh Indonesia.

Salah satu nama adalah peneliti sekaligus penemu teknologi yang menjadi standard International Telecommunication Union (ITU), sebuah badan tertinggi dunia yang mengurusi telekomunikasi seluruh dunia, dari Telkom University Assoc. Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar.

UKP-PIP merupakan unit kerja yang baru dibentuk oleh Presiden Republik Indonesia, dikepalai oleh Yudi Latief, intelektual muda potensial yang di miliki Indonesia. Ruang kerjanya membina dan membangun kesadaran ideologi pancasila agar menjadi platform kebangsaan, kesatuan dan kemajuan.

Anugerah prestasi Indonesia ini merupakan kali pertama diselenggarakan, ditemui disela kesibukannya sebagai direktur pusat riset teknologi Advanced Wireless Technology (AdWITech) Telkom University, Dr. Eng. Khoirul tidak kaget, sekaligus bersyukur karena upayanya dalam berkontribusi bagi Indonesia dilihat sebagai suatu prestasi yang membanggakan.

"Bagi kami, ini anugerah yang diberikan Allah, Tuhan semesta alam. Kami meneliti, mencari apa-apa yang sekiranya bermanfaat bagi umat manusia, dan ini adalah komitmen sebagai akademisi, yang mana hasil jerih payah pemikiran bisa dirasakan oleh seluruh bangsa," ujar Khoirul darri siaran berita yang diterima Merdeka Bandung, Selasa (22/8).

Ia menambahkan, bahwa prestasi yang ia raih semata-mata kerja kolektif, banyak pihak yang turut andil dalam capaian teknologi temuannya.

"Meskipun nama kami yang tertera, tetapi riset tidak mungkin dihasilkan oleh diri sendiri, ada tim yang besar kecilnya ikut berkontribusi, termasuk institusi yang mendukung, dan teman-teman peneliti yang tidak lelah-lelah," tutur dia.

Dr. Eng. Khoirul merupakan salah satu Senior Member (SM) IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang dimiliki Indonesia. Di Indonesia hanya ada 15 peneliti Indonesia yang dinyatakan layak sebagai Senior Member IEEE yang penilainnya sangat ketat untuk sisi pengalaman dan kematangan profesi masing-masing.

Di Indonesia, menurut data padaAgustus 2017, ada 1.547 member IEEE, yang artinya bahwa senior member hanya 0.97 persen dari total member IEEE di Indonesia.

Dr. Eng. Khoirul dikukuhkan sebagai Senior Member IEEE di Jepang pada Juli 2016 bersama dengan Dr. Tadashi Fukami di IEEE Nagoya Section.

Di seluruh Jepang pada Juli 2016, hanyadua orang ini yang layak diangkat menjadi Senior Member IEEE. Karir penelitian Dr. Eng. Khoirul ditempa di Jepang, tetapi kecintaannya pada Indonesia membuatnya kembali danmengabdi untuk Indonesia di Telkom University.

Memulai karir, Khoirul Anwar meniti sebagai Assistant Professor di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), perguruan tinggi negeri di Jepang yang menjadi Research University, dan khusus untuk S2 dan S3. Setidaknya, di Jepang ada 2 perguruan tinggi khusus untuk S2 dan S3, yaitu JAIST dan NAIST. JAIST berada di Ishikawa danNAIST berada di kota Nara, ibu kota Jepang pertama kali.

Sementara itu, Rektor Telkom University mengapresiasi danm emberikan penghargaan setinggi-tingginya atas capaian peneliti di lingkungan universitas yang ia pimpin, ia menambahkan bahwa meneliti adalah tradisi yang akan terus dikuatkan di Universitas peraih akreditasi internasional ABEST21 dari Jepang ini.

"Tidak ada upaya yang lebih mulia selain meneliti dan hasil penelitiannya bermanfaat. Dr. Eng. Khoirul Anwar salah satu kebanggaan kami yang akan terus kami dorong dan fasilitasi agar riset-riset Telkom University semakin berkembang, dan tentu bermanfaat bagi manusia, tidak saja bagi Indonesia, tetapi dunia" pungkasnya.

Tag Terkait