Telkom University dukung pengembangan konsorsium kartu pintar
Penandatanganan MoU pengembangan konsorsium Smart Card
Bandung.merdeka.com - Rektor Telkom University (Tel-U) Prof. Mochamad Ashari mendukung pengembangan konsorsium Smart Card (kartu pintar) yang dikembangkan bersama Dewan Riset Nasional (DRN). Pengembangan kartu pintar sebagai dukungan terhadap kemandirian teknologi.
Â
âIndonesia membutuhkan kemandirian teknologi yang artinya teknologi dari riset sampai produksi dikuasai oleh anak-anak bangsa. Untuk itulah Telkom University bersama Dewan Riset Nasional serta Kemenkominfo menggagas pengembangan Smart Card di Indonesia,â ujarnya melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Kamis (11/8).
Â
Ia menjelaskan, konsorsium pengembangan kartu pintar terdiri dari empat perguruan tinggi dan lima perusahaan. Tiga perguruan tinggi tersebut adalah Tel-U, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Â
Sedangkan lima perusahaan yang terlibat yaitu PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti), PT Xirka Silicon Technology, PT Data Aksara Matra (PT DAM), PT Inti Bangun Sejahtera (IBS), dan PT Versatile.
Â
Pembentukan konsorsium didasari penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) di Solo, Jawa Tengah, baru-baru ini.
Â
Mochamad Ashari melanjutkan, pihaknya telah menunjuk Research Centre for ICT Business sebagai pelaksana kerja sama pembentukan konsorsium. Pengembangan kartu pintar dipilih karena saat ini kartu pintar sudah digunakan luas di masyarakat mulai dari e KTP, akses pendidikan, dan lainnya. Sehingga kartu pintar menjadi kebutuhan mendasar.
Â
âKonsorsium ini nanti akan mendorong perguruan tinggi dan industri yang terlibat untuk meningkatkan inovasi smart card serta program aplikasinya yang akan digunakan di kampus-kampus seluruh Indonesia,â katanya.
Â
Untuk diketahui, pengembangan kartu pintar oleh konsorsium dilatarbelakangi berbagai pertemuan dan pembahasan yang difasilitasi Dewan Riset Nasional. Dewan Riset Nasional merupakan badan yang digagas Prof. BJ. Habibie.
Â
Hasil pertemuan tersebut antara lain komitmen setiap perguruan tinggi yang terlibat untuk menerapkan hasil prototipe smartcard ini dalam sistem pembelajaran di kampus.
Â
Smart Card ini nantinya dapat digunakan antara lain untuk mengakses data akademik, pembayaran di cafetaria atau kantin, kehadiran mahasiswa di kelas, pengelolaan ruang kuliah, akses ruangan, monitoring aktivitas kampus, serta penggunaan tempat menyimpan (locker) dan surat (mailbox).
Tag Terkait
Startup Beranggotakan Pelajar Jajal Ajang Inovasi Digital Global Asia Pasifik
Viu Pitching Forum 2019 Buka Ruang Tuk Bakat Penulis
Anak Muda Wajib Paham Soal Kepemimpinan Masa Kini
Gerakan 'Soap For Hope', Daur Ulang Sabun Bekas Pakai dari Hilton Bandung
Sukses ciptakan aplikasi inovatif, 20 tim lolos Telkom Hackton 2018
Booking service lebih mudah lewat Daya Auto, banyak diskon juga loh!
Mahasiswa ITB ciptakan plafon rumah berbahan pelepah pisang
Mengenal produk asli atau palsu lewat Authetic Guards
Menperin resmikan pusat inovasi elektronika dan inovasi telematika
Serunya nongkrong sambil main virtual reality di Vrroom Cafe