Peneliti ITB tepis citra miring Kota Poso lewat gerhana matahari total
Peneliti Yatni Yulianti
Bandung.merdeka.com - Selama ini Poso sering diberitakan sebagai kota yang muram, penuh konflik, terorisme dan berita miring lainnya. Pada saat peristiwa gerhana matahari total nanti (GMT), akan ada yang beda di kabupaten yang berada di Sulawesi Tengah itu.
Sejumlah peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama masyarakat Poso akan menggelar acara menyambut fenomena alam langka itu.
Staf Peneliti Observatorium Bosscha ITB yang juga Koordinator Universe Awareness for Children (Unawe), Yatni Yulianti, mengatakan Poso menjadi salah satu daerah di Indonesia yang akan mengalami gerhana matahari total.
Di bandingkan dengan Bandung yang proses gerhananya sebesar 88,76 persen, jalur totalitas gerhana di Poso lebih tinggi lagi.
"Poso ini menarik dari segi historis. Kami ingin datang ke sana untuk memperkenalkan bahwa astronomi ini bisa dinikmati siapa saja, terbuka," kata Yatni saat berbincang dengan Merdeka Bandung di Observatorium Bosscha, Jalan Peneropongan Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
"Jadi kita ingin ada kabar baik tentang Poso, jangan yang disorot yang gitu-gitu (berita negatif) saja," tambah perempuan yang pendidikan S1 dan S2-nya bidang astronomi ITB itu.
Ia menyebutkan, ada 22 peneliti dari ITB yang akan melakukan ekspedisi ke Poso. Ekspedisi terkait program rutin Unawe, yakni organisasi internasional yang berpusat di Leiden University.
Di Bandung, pegiat Unawe kebanyakan peneliti astronomi ITB. Organisasi ini berkonsentrasi pada pendidikan anak-anak kurang mampu baik secara ekonomi, maupun sosial dan budaya.
Yatni menyebutkan, tim akan berangkat pada 5-9 Maret 2016. Di Poso, tim bekerja sama dengan salah satu LSM di Poso, yakni Institute Mosintuwu yang merupakan LSM penggerak masyarakat berpengaruh.
Berkat Institute Mosintuwu, tutur Yatni, masyarakat Poso antusias menyambut gerhana matahari total. Mereka akan membuat acara sendiri, yaitu sebuah festival rakyat penyambutan gerhana. "Jadi agenda kami jadi rangkaian festival tersebut," ujarnya.
Agenda Unawe di Poso terutama terkait isu gerhana matahari dan astronomi. Di sana mereka sudah merancang program sosialisasi dan workshop gerhana matahari total untuk masyarakat umum.
"Sosialisasi itu untuk mempersiapkan juga apa yang dapat mereka harapkan ketika terjadi fenomena gerhana dan bagaimana menyikapi gerhana matahari total," terangnya.
Sedangkan workshop menyasar guru-guru yang ada di Poso. "Dengan harapan guru bisa memperpanjang informasi kepada siswanya," tambahnya.
Untuk menyukseskan program tersebut, tim sudah melakukan survei pada Januari lalu. "Awalnya kami deg-degan juga, ternyata biasa saja tidak apa-apa," katanya seraya menambahkan agenda tim lainnya adalah penelitian terkait geofisika dan biologi.
Tag Terkait
Nuning, Dosen FSRD ITB Mengajak Lebih Paham Soal Mitos Dan Mitologi Indonesia
Berkat Ketekunan, Utami Sukses Geluti bisnis EO Sejak Tahun 2000
Natasha Youtuber Cilik Terkenal Karena Review Mainan Squishy dan Slime
Bedak bayi jadi barang wajib bagi Abex saat mendaki gunung
David sebagai office boy ini berhasil mencuri perhatian khususnya kaum hawa
Kelly Purwanto akui tato merupakan seni merajah tubuh supaya indah
Jurnalis Merdeka.com juara dua karya jurnalistik yang digelar Pemkot Bandung
Khoiruddin, doktor tercepat dari ITB dengan 36 publikasi scopus
Mengenal sosok Yan Yan Sunarya, 'Doktor Batik Sunda' pertama di dunia dari ITB
Kecewa aspirasi viking tak terwujud, Heru Joko 'nyaleg' dari Partai Nasdem