Jabiru, pesawat karya siswa SMK yang tersertifikasi
Jabiru pesawat karya anak SMK Bandung
Bandung.merdeka.com - Seolah tak pernah kehabisan ide, masyarakat Bandung kerap menghasilkan sejumlah inovasi salah satunya di bidang pendidikan. Sejumlah siswa SMK Negeri 12 Bandung menciptakan Pesawat Jabiru J430.
Pesawat Jabiru dibuat awal 2011, perakitannya dilakukan di bengkel di sekolah. Melibatkan 33 orang siswa dari lima jurusan berbeda, yakni jurusan permesinan pesawat udara, konstruksi rangka pesawat udara, konstruksi badan pesawat udara, elektronika pesawat udara dan kelistrikan pesawat udara.
Pesawat yang didominasi cat berwarna putih itu menjadi salah satu pesawat yang tidak pernah absen dalam berbagai acara kedirgantaraan. Termasuk pada saat acara Bandung Air Show yang digelar beberapa bulan lalu.
"Empat bulan kemudian pesawat ini dapat selesai di tahun yang sama. Namun karena belum mengantongi sertifikat layak terbang dari Kementerian Perhubungan, pesawat ini belum dapat mengudara," ujar Ferry Kurnia (16) siswa kelas XI permesinan pesawat udara, SMK 12 Bandung kepada Merdeka.com, beberapa waktu lalu.
Pada 3 Januari 2015 menjadi momen bersejarah bagi siswa SMK 12 Bandung. Saat itu Pesawat Jabiru mengudara untuk pertama kalinya dengan pilot salah satu penerbang dari Federasi AERO Sport Indonesia (FASI). Jabiru berhasil terbang di langit Kota Bandung, meskipun baru diizinkan untuk terbang rendah.
Dua pekan kemudian yakni pada 21 Januari 2015, pesawat Jabiru kembali mengudara. Namun kali ini Jabiru diizinkan terbang di beberapa landasan udara di wilayah Bandung Raya. "Saat itu Jabiru berhasil terbang dari Lanud Husein Sasatranegara ke Lanud Selaeman dan Batujajar," ucap Ferry.
Jabiru diambil dari nama salah satu jenis burung di Australia. Hal ini karena sebagian besar komponen pesawatnya berasal dari negeri kanguru tersebut.
Pesawat memiliki panjang sekitar 6 meter dengan lebar sayap (wings) sekitar 9 meter. Sejumlah instrumen di dalam kokpit pesawat pun terbilang sudah mumpuni. Sejumlah instrumen antaranya seperti Altimeter, VSI (vertical speed indicator), Airspeed indicator, GPS lengkap di dalam kokpit pesawat.
Menurut Ferry, Jabiru dapat terbang maksimum selama 4 jam di udara. Bahan akar pesawat ini menggunakan Pertamax plus dengan kapasitas tangki 38 liter. Tangki bahan bakar terdapat di kedua sayap pesawat dengan perbandingan seimbang di kedua sisinya.
Bandung boleh berbangga karena jenis pesawat Jabiru ini hanya satu-satunya di Jawa Barat. "Kelebihan lainnya pesawat Jabiru ini juga menjadi pesawat karya siswa sekolah yang sudah mendapat sertifikasi layak terbang dari Kementerian Perhubungan," ujarnya.
Tag Terkait
Startup Beranggotakan Pelajar Jajal Ajang Inovasi Digital Global Asia Pasifik
Viu Pitching Forum 2019 Buka Ruang Tuk Bakat Penulis
Anak Muda Wajib Paham Soal Kepemimpinan Masa Kini
Gerakan 'Soap For Hope', Daur Ulang Sabun Bekas Pakai dari Hilton Bandung
Sukses ciptakan aplikasi inovatif, 20 tim lolos Telkom Hackton 2018
Booking service lebih mudah lewat Daya Auto, banyak diskon juga loh!
Mahasiswa ITB ciptakan plafon rumah berbahan pelepah pisang
Mengenal produk asli atau palsu lewat Authetic Guards
Menperin resmikan pusat inovasi elektronika dan inovasi telematika
Serunya nongkrong sambil main virtual reality di Vrroom Cafe