ITB gelar 98 tahun peringatan pendidikan tinggi teknik Indonesia

Oleh Endang Saputra pada 04 Juli 2018, 14:28 WIB

Bandung.merdeka.com - Memperingati 98 tahun berdirinya Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia (PTTI), Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Sidang Terbuka Peringatan 98 Tahun Pendidikan Tinggi di Indonesia di Aula Barat Kampus ITB Jalan Ganesa.

Peringatan 98 tahun PTTI ini merujuk pada pendirian Technische Hogeschool (TH) pada tahun 1920 yang merupakan perguruan Tinggi Teknik pertama di Indonesia yang kemudian bertranformasi menjadi Institut Teknologi Bandung di Tahun 1959.

Pada peringatan tersebut juga ditampilkan pula profil penelitian dari 12 Fakultas/Sekolah di ITB yang disertakan dalam sebuah buku yang dibagikan kepada peserta Sidang Terbuka Peringatan 98 Tahun PTTI di ITB.
Hasil penelitian sebanyak 22 judul itu merupakan sebagian dari penelitian yang dilakukan di ITB. Adapun sebagian hasil penelitian yang lain akan ditampilkan dalam pameran yang diselenggarakan di Aula Timur ITB pada tanggal 4 dan 5 Juli 2018.

Rektor ITB Prof. Kadarsah Suryadi, mengajak seluruh penyelenggara pendidikan tinggi teknik untuk mengembangkan pendidikan tinggi teknik agar menghasilkan sarjana, magister dan doktor yang mampu mengaitkan kemanusiaan dengan teknologi. Sehingga teknologi yang dihasilkan akan menyebabkan manusia
dapat bekerja dan beraktivitas lainnya secara nyaman dan produktif.

"Dengan perkata lain, para sarjana, magister dan doktor bidang teknik yang kita hasilkan mampu merancang produk dan jasa dengan memperhatikan dau sisi sekaligus, yaitu sisi manusia dan sisi engineering. Pada gilirannya, para lulusan dari perguruan tinggi teknik kita mampu membuat keputusan atas masalah yang kompleks dengan berbasis pada pertimbangan (judgment) yang bersifat analitik, obyektif, bertanggungjawab, profesional dan dapat dipercaya, serta memiliki kemampuan untuk menjalankan lifelong learning," ujar Kadarsah.

Dalam kesempatan ini, ITB kembali memberikan apresiasi yang tinggi kepada individu dan kelompok/organisasi yang telah memberikan sumbangsihnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan, bangsa, atau secara khusus bagi kemajuan ITB melalui penganugerahan enam kategori penghargaan, yaitu Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama dan Utama, Ganesa Widya Jasa Adiutama dan Utama, Ganesa Wirya Jasa Adiutama dan Utama.

Penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama akan diberikan antara lain kepada Prof. H.Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. selaku Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI, Prof.Bambang S. Brodjonegoro, Ph.D.selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia RI dan Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada pejabat pemerintah yang telah menunjukkan jasa dan pengabdian yang menonjol atau luar biasa selama menjabat.

Sementara itu, penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Utama akan diberikan kepada Luky Alfirman, M.A., Ph.D. selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI dan Dr. M. Saleh Latuconsina sebagai Gubernur Maluku Periode 1998-2002.

Penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama akan diberikan kepada Robert D. Van der Hilst, Assoc Prof Paul Jones, Prof. Rolf Gruber, Nyoman Nuarta, Ir. Nanang Untung, IPU, Widya Sawitar, dan PT. Industri Kereta Api yang telah menunjukkan jasa atau prestasi yang menonjol dalam melaksanakan kegiatan pengembangan IPTEKS di tingkat internasional maupun nasional termasuk untuk ITB.

Kemudian penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama yang akan diberikan kepada Alex J. Sinaga, Arifin Siregar, Ir. Hari Tjahjono, Ririek Adriansyah, Pia Alisjahbana, Jeffrey Samosir, dr. Boenjamin Setiawan, UPP PT Chevron Pacific Indonesia, dan PT. Kimia Farma Tbk.

Selanjutnya penghargaan Ganesa Widya Jasa Utama akan diberikan kepada Nanang Henky Suharto, Kusetiadi Raharjo, Drs. Djadjat Suhardja, Ir. Glen Pardede. Dan penghargaan Ganesa Wirya Jasa Utama akan diberikan kepada Darjoto Setyawan, Subakat Hadi, Achmad Zaky, Yayasan Solidarity Forever, IA Teknik Pertambangan ITB Angkatan 1983, dan IA Teknik Lingkungan ITB pengurus periode 2012-2017.