Kirmir di Pasirimpun roboh, satu rumah terseret banjir

Kirmir di Pasirimpun roboh
Bandung.merdeka.com - Peristiwa robohnya kirimir sungai di Kota Bandung kembali terjadi. Kirmir sepanjang 30 meter dengan tinggi dua meter yang berada di RT 06/02, Kelurahan Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati roboh pada Jumat (11/3/2016) lalu. Derasnya air Sungai Cisanggarung yang melintas di wilayah tersebut membuat sebuah rumah milik warga turut terseret banjir.
Cucum Sumiat (52), warga sekitar menuturkan, derasnya air Sungai Cisanggarung membuat tanggul penahan air jebol. Kondisi tersebut diduga disebabkan tingginya volume air sungai yang berasal dari wilayah hulu yang berada di Kabupaten Bandung.
"Kemungkinan saat itu di wilayah Kabupaten Bandung sedang hujan deras. Sehingga volume air yang mengalir ke bawah menjadi sangat tinggi dan merobohkan kirmir yang berada disini, karena tak mampu menahan terjangan air," ujar Cucum kepada Merdeka Bandung saat ditemui di lokasi, Minggu (20/3).
Dia mengatakan akibat robohnya kirmir sungai tersebut, membuat air sungai meluap dan mengenangi rumah warga. Cucum menyebut banjir yang terjadi di wilayaahya hampir selalu terjadi setiap tahun.
"Setiap tahun di sini mah banjir terus. Rumah saya aja kemarin banjir hampir satu meter," katanya.
Di mengungkapkan di lokasi yang sama sebelumnya pernah terjadi kejadian serupa. Kirmir yang saat ini jebol kata dia baru saja diperbaiki sekitar empat bulan lalu oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP).
"Masa baru dibangun sempat bulan sudah jebol lagi. Saya juga sebagai warga juga heran,"ucapnya
Ia meminta kepada Pemkot Bandung segera membangun kembali kirmir baru di lokasi tersebut. Sebab dirinya khawatir ketika hujan lebat, air sungai akan meluap dan menggenangi rumahnya lagi.
"Ya kami minta agar Pemkot segera memperbaiki Kirmir yang jebol. Apalagi akhir-akhir ini hujan terus," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Pasir Impun, Ate Sukayat menuturkan akibat kirmir jebol mengakibatkan 10 rumah yang tergenang banjir. Kondisi ini membuat sebagian warga harus mengungsi.
"Satu rumah milik ibu Iyah yang tergerus banjir sementara waktu diungsikan di madrasah terdekat, sambil menunggu adanya bantuan dari Dinas Sosial,"katanya
Dia mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan DBMP terkait robohnya kirmir yang menyebabkan banjir di kawasan tersebut. Petugas dari DBMP pun sudah mengecek langsung ke lapangan dan berjanji akan membangun krimir baru. Namum hingga saat ini belum ada tindak lanjut di lapangan berupa pembangunan fisik.
"Saya hanya berharap agar dinas terkait dapat segera merealisasikan pembangunan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak