1. BANDUNG
  2. PROFIL

Dosen Unpad kembangkan obat herbal diabetes dari biji pala

Saat ini telah bekerja sama mengembangkan obat herbal pala tersebut dengan Kimia Farma.

Keri Lestari. ©2015 Merdeka.com Reporter : Iman Herdiana | Senin, 14 Desember 2015 10:54

Merdeka.com, Bandung - Motivasi dan inspirasi bisa datang dari orang-orang terdekat, terutama keluarga. Hal ini dirasakan Dr. Keri Lestari, dosen Fakultas Farmasi Unpad yang membuat obat herbal diabetes dari ekstrak biji pala bernama Glucopala.

Menurut Ibu dua anak ini, pembuatan Glucopala melalui serangkaian proses yang sangat panjang. Berawal dari keingintahuannya mengatasi penyakit diabetes di lingkungan keluarganya. Ia mulai mencari-cari informasi mengenai pengobatan diabetes. Hingga akhirnya ia mengambil program Magister Kimia Klinik di Institut Teknologi Bandung dan mulai serius melakukan riset biji pala.

Hingga kemudian perempuan kelahiran Bandung 27 April 1969 itu terlibat joint research. Dalam rangka mendapat beasiswa Sandwich-S3 di Yonsei University, Korea. Hasilnya diketahui bahwa ekstrak biji pala mengandung dual agonis PPAR alfa dan PPAR gamma.
 
Dual agonis PPAR alfa dan PPAR gamma merupakan dua sel inti yang berperan mengatasi tingginya kadar gula dan gangguan pada metabolisme lemak sebagaimana yang dialami pada pasien diabetes melitus.

Dengan kata lain, Glucopala merupakan herbal pertama yang yang mengandung dual agonis. Sebelumnya obat diabetes yang diklaim mengandung dual agonis adalah Lipaglin hasil penelitian India yang launching pada 2013. Bedanya, Lipaglin adalah obat bukan herbal. Lipaglin diklaim sebagai The First Dual Agonis PPAR Gamma dan PPAR Alfa in the Word.

Penelitian terus dilakukan setelah ia berhasil meraih gelar doktor Ilmu Kimia Unpad (2010). Ia kemudian berkesempatan mempresentasikan penelitiannya di depan Kementerian BUMN yang waktu itu dipimpin Dahlan Iskan.

Melalui Kementerian BUMN ada lima hasil penelitian yang diperkenalkan kepada BUMN, salah satunya obat herbal pala. Dari lima hasil penelitian tersebut hanya satu penelitian yang berlanjut ke proses hilirisai, yaitu pala.

Saat ini Keri bekerja sama mengembangkan obat herbal pala tersebut dengan salah satu BUMN bidang farmasi, yakni Kimia Farma. “Kimia Farma sekarang komitmen, suport banget. Kita melakukan uji klinik bersama dengan Unpad,” kata dia kepada Merdeka Bandung.

Keri Lestari kini menjabat Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, Inovasi, dan Usaha Unpad. Sebelumnya ia adalah Dekan Fakultas Farmasi Unpad dan pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Farmasi Unpad (2010-2014).

Staf pengajar Program Sarjana, Profesi, dan Magister Fakultas Farmasi Unpad ini memegang hak paten pembuatan dan penggunaan ekstrak biji pala sebagai anti hiperglikemik untuk obat anti diabetes pada pasien diabetes tipe 2. Ia juga pemegang hak paten sedian bahan untuk obat anti dislipidemik menggunakan ekstrak biji pala dan metode pembuatannya.

(FF/IH)
  1. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA