Jalan-jalan sambil wisata sejarah ke Taman Pramuka Bandung

Taman Pramuka
Bandung.merdeka.com - Taman Pramuka atau yang dulu bernama Oranje Plein menjadi satu dari sekian banyak peninggalan masa Kolonial Belanda di Bandung. Taman di Jalan Riau (Martadinata) ini hingga kini masih berdiri sebagai paru-paru kota.
Di komplek taman seluas 12.845 meter persegi itu terdapat dua bangunan besar, bangunan paling besar menjadi kantor Sekretariat Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung yang diresmikan pada 2000.
Di depan gedung Pramuka berdiri sebuah rumah tua yang dibangun Belanda bernama Oranje Plein. Menurut Humas Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung, Benny Kurniawan, rumah tersebut dibangun di masa Belanda sejak 1920.
Rumah Belanda di Taman Pramuka
© 2016 merdeka.com/Iman Herdiana
Di masa kolonial rumah Oranje Plein menjadi tempat peristirahatan atau kongkownya para meneer Belanda yang kerja di Gedung Sate.
“Nama Oranje Plein sendiri diambil dari nama rumah itu. Kalau tamannya sejak dulu ruang terbuka hijau yang kemudian menjadi Taman Pramuka,” terangnya, kepada Merdeka Bandung, Sabtu (13/2).
Tidak diketahui siapa pemilik atau yang mendirikan bangunan yang kini tampak klasik itu. Hingga kini, arsitektur bangunan masih dipertahankan keasliannya. Bangunan bercat putih dengan arsitektur gaya Eropa itu dilengkapi dengan taman bunga dan kolam ikan.
Seiring pergantian kekuasaan dari Belanda ke Jepang kemudian ke Pemerintah RI, rumah Oranje Plein sempat menjadi toko kelontongan. Namun tidak berlangsung lama.
Selanjutnya di Taman Pramuka Kwarcab Kota Bandung membuka sekretariat. Pada 2000 Pemkot Bandung meresmikan gedung Kwarcab Kota Bandung yang posisinya berhadapan dengan bangunan Oranje Plein.
“Dari dulu tempat ini sudah menjadi tempat berkumpulnya pramuka. Waktu itu sekretariatnya masih berupa saung-saung. Sebagai harapan pramuka Kota Bandung maka dibangunlah gedung untuk pramuka,” terangnya.
Sedangkan bangunan Oranje Plein sendiri rencananya akan dijadikan museum mini. Saat ini museum tersebut belum dibuka karena keterbatasan dana dan SDM.
“Harapan nantinya anak-anak yang kemah di sini bisa mengetahui sejarah kepramukaan juga,” katanya.
Hampir tiap pekan, Taman Pramuka yang hijau dan rimbun menjadi tempat camping pramuka tingkat SD hingga perguruan tinggi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak