OJK ikut dorong perluasan KUR agar lebih terarah pada sektor produktif


Otoritas Jasa Keuangan
Bandung.merdeka.com - Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, ditempuh beberapa upaya guna menyukseskan upaya yang dilakukan oleh OJK, diantaranya mengeluarkan inisiatif strategis memperluas akses keuangan masyarakat dan UMKM di daerah.
Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat, Sarwono, mengatakan upaya pertama yang menjadi fokus utama adalah optimalisasi program kerja yang telah digagas bersama industri jasa keuangan, pemerintah dan Bank Indonesia, di antaranya program Lakupandai, program Simpanan Pelajar, program Jaring, asuransi pertanian dan ternak, asuransi nelayan, dan penjaminan kredit UMKM, serta program pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan lainnya.
Kemudian, melakukan perluasan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama ini lebih banyak disalurkan untuk sektor perdagangan (66,8 persen) dan masih terfokus di Pulau Jawa agar lebih terarah pada sektor-sektor produktif dan lebih menyebar ke berbagai daerah melalui perluasan pihak-pihak yang dapat menyalurkannya.
"Memperluas dan lebih mengoptimalkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Saat ini telah dibentuk 45 TPAKD di seluruh Indonesia, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Tahun ini OJK akan meresmikan 41 TPAKD, 6 TPAKD di tingkat provinsi dan 35 TPAKD di tingkat Kabupaten/Kota," ujar Sarwono saat ditemui dalam acara kegiatan pertemuan rutin di The Trans Luxury Hotel, Selasa (17/1).
Kemudian dilakukan perluasan akses keuangan melalui pengembangan model pembiayaan berbasis teknologi informasi (financial technology). OJK telah menerbitkan ketentuan mengatur tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau peer to peer lending tersebut pada Desember 2016.
"Kami juga mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang produktif dan menggali potensi penyaluran kredit ke berbagai daerah yang potensial namun terbatas akses keuangannya. OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2017 sebesar 9-12 persen. Beberapa sektor ekonomi, yaitu perdagangan, industri pengolahan, pertanian, dan real estate, diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan," ujarnya.
Optimalisasi peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk pembangunan daerah. Sebagian besar exposure kredit BPD masih didominasi oleh kredit konsumsi. Dengan total aset seluruh BPD mencapai Rp 525 triliun, BPD memiliki peran signifikan dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.
OJK akan mendorong kerja sama antara BPD dengan bank-bank BUMN, serta perusahaan penjaminan daerah, sehingga meningkatkan kapasitas BPD. Dalam hal ini OJK Jawa Barat mendorong agar PT BPD Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) yang memiliki total aset kurang lebih Rp 100 triliun (19,05 persen) berperan lebih aktif di daerah Jawa Barat pada 2017 dan tahun-tahun mendatang.
Untuk lebih mengembangkan keuangan syariah, OJK juga akan mendorong pembentukan unit atau lembaga keuangan syariah baru di industri pasar modal yang terpisah dari manajer investasi konvensional dan khusus mengelola produk-produk reksadana syariah. Selain itu, akan mendorong berdirinya Jakarta International Islamic Financial Center (JI-IFC) sebagai langkah awal untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak