Yuk coba sei, daging asap asal Kupang yang lembut dan gurih

user
Muhammad Hasits 31 Maret 2017, 13:53 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Warga Bandung, pernahkah melancong ke daerah Kupang? Jika belum, Anda pasti sedikit aneh dengan makanan bertitle se'i. Selintas namanya begitu asing dan tak terbayang bagaimana makanan asal Kupang yang rupanya disukai oleh orang Bandung itu.

Se'i merupakan metode pengasapan pada daging yang menghasilkan tekstur lembut dan bercitarasa gurih. Di daerah asalnya, daging yang dimasak dengan metode se'i kebanyakan adalah babi. Namun, karena mayoritas warga Kota Kembang merupakan muslim, daging asap kemudian berkembang menjadi sapi, serta ayam. Bahkan tak hanya daging, lidah sapi juga diolah dengan metode se'i.

Bagian Operasional Se'i Sapi Lamalera, Afrisa Fajar Miraj menjelaskan, tempat makan yang ada di Jalan Bagus Rangin ini baru dua bulan resmi dibuka. Namun, animo masyarakat rupanya begitu tinggi. Sejak dibuka, tak sedikit orang yang penasaran mencicip daging se'i dan bahkan ketagihan hingga terus kembali untuk menyantap penganan khas Kupang itu.

"Untuk proses se'i sendiri cukup panjang karena daging dibersihkan, kemudian diasap menggunakan kayu khas Kupang bernama kosambi, dimarinasi dengan bumbu khusus lalu diiris tipis-tipis. Prosesnya memakan waktu dua hingga tiga jam sampai matang. Aroma dan citarasa asapnya itu menjadi cirikhas yang melekat pada daging se'i," ujar Afrisa kepada Merdeka Bandung, Kamis (30/3).

Sebenarnya, daging se'i dari Se'i Dapi Lamalera bukanlah produk baru. Sejak lima tahun yang lalu produk makanan ini sudah berjualan secara online. Tingginya permintaan dari konsumen membuatnya membuka tempat makan. Hal tersebut juga agar para pecinta se'i bisa dengan mudah menyantap makanan dengan teknik asap ini.

Beberapa menu yang ditawarkan di Se'i Sapi Lamalera adalah Se'i Sapi dan Sambal Lu'at, Se'i Sapi Rica Rica, Se'i Ayam Sambal Ijo, Se'i Ayam Sambal Matah, Lidah Asap Rica Rica, dan Lidah Asap Sambal Matah. Harga yang dibanderol untuk mencicip seporsi se'i ini juga murah meriah, yakni Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu saja.

"Sebenarnya hanya ada satu sambal untuk se'i ini yaitu sambal lu'at namun kami kembangkan dengan menawarkan beragam varian seperti matah dan rica rica. Dengan bobot 45 gram untuk setiap porsinya, daging se'i disuguhkan dengan lalap, sambal, serta kuah kaldu yang gurih," jelasnya.

Kredit

Bagikan